Logo Bloomberg Technoz

Mengacu pada harga perolehan rata-rata itu, posisi Blackrock masih floating loss sekitar 20,1% lantaran saham RATU di bursa melorot ke Rp4.850 per saham sampai penutupan sesi I, Rabu (29/7/2026).

Blackrock pertama kali menghimpit saham RATU sejak kuartal III-2025. Saat itu, posisi Blackrock sekitar 1,21 juta lembar saham. Posisi itu naik dua kali lipat ke level 3,2 juta pada kuartal I-2026.

Selain itu, perusahaan sekuritas besutan Garibaldi ‘Boy’ Thohir & Philmon Samuel Tanuri PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) turut menghimpit saham RATU dengan jumlah besar.

TRIM mulai masuk ke RATU pada kuartal IV-2025 dengan total kepemilikan mencapai 1,44 juta saham atau sekitar 0,05% saham beredar. Posisi itu tidak berubah sampai akhir bulan ini.

Adapun, cost basis per share rata-rata TRIM di RATU sebesar Rp9.193 per saham, dengan nilai pasar saat ini sekitar Rp7,23 miliar.

Sementara itu, raksasa holding keuangan asal Amerika Serikat (AS) State Street Corp diam-diam mengakumulasi saham RATU sejak akhir 2025.

State Street Corp masuk ke RATU pada kuartal III-2025 dengan kepemilikan awal 824,1 ribu saham. Posisi itu kemudian naik ke level 960,2 ribu saham pada kuartal I-2026.

Belakangan, kepemilikan State Street Corp di RATU susut ke 902,6 ribu lembar saham. Valuasi kepemilikan induk keuangan asal AS itu sekitar Rp4,51 miliar.

Opsi Right Issue

Aksi akumulasi sejumlah pemodal kakap itu belakangan terjadi seiring dengan manuver ekspansif RATU untuk menggaet modal baru selepas akuisisi blok gas Madura Strait PSC dan Blok Kasuri.

RATU belakangan membuka opsi pendanaan anyar lewat penerbitan saham baru atau right issue.

Manajemen RATU dikabarkan telah menggelar roadshow atau penjajakan ke sejumlah investor strategis di Jakarta, Singapura sampai Thailand.

Opsi right issue muncul seiring dengan kebutuhan pendanaan yang masif perseroan untuk melanjutkan rencana akuisisi bagian saham atau participating interest (PI) blok migas beberapa tahun mendatang.

“Masih penjajakan dan presentasi ke berbagai calon investor,” kata Direktur RATU Adrian Hartadi saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Adapun, emiten kongsi konglomerat Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu itu telah menyelesaikan akuisisi 20% PI di Madura Strait PSC, ladang gas di Jawa Timur yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

RATU lewat PT Raharja Energi Madura (REM) mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD) yang sebelumnya memegang 20% PI Madura Strait PSC.

Akuisisi bagian ekonomi Madura Strait PSC itu menelan dana sekitar US$141,21 juta. Hitung-hitungan itu berasal dari akuisisi saham SMSD US$62,51 juta, shareholder loan agreement bagian dari perjanjian novasi sekitar US$59,2 juta dan klausul contingent payment maksimal US$19,5 juta.

PT Raharja Energi Madura (REM) mengikat perjanjian kredit bilateral dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jumlah pokok sebesar US$109,2 juta. Fasilitas pinajaman ini kemudian disalurkan untuk membiayai akuisisi seluruh saham SMSD dan perjanjian novasi tersebut.

“[Madura Strait] ini akan berkontribusi sejak 1 Januari 2026, sehingga akan menambah net income ke RATU full year 2026 estimasi sekitar US$10 juta-US$15 juta,” kata Adrian dalam siniar bersama Samuel Sekuritas. 

Sebelumnya, RATU turut menyelesaikan akuisisi 5% PI wilayah kerja (WK) Kasuri lewat lengan investasinya  PT Raharja Energi Negeri (PT REN). Nilai akuisisi 5% hak partisipasi Blok Kasuri itu mencapai US$9,64 juta.

Adapun, Blok Kasuri dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) afiliasi bisnis Genting Group yang dikendalikan taipan dan pengusaha resor judi asal Malaysia, Lim Kok Thay.

Pengembangan blok gas ini ditaksir menelan investasi hingga US$3,37 miliar atau setara sekitar Rp52,5 triliun. Pemerintah menetapkan proyek ladang gas di Papua Barat ini menjadi proyek strategis nasional atau PSN pada awal 2024 lalu.

SKK Migas mencatat Blok Kasuri menyimpan cadangan gas hingga 2,24 trillion standard cubic feet (TSCF). Selepas persetujuan rencana pengembangan (PoD) I pada 2023, puncak produksi gas dari Blok Kasuri diperkirakan mencapai 330 MMScfd.

Sejumlah pembeli gas potensial dari lapangan ini di antaranya PT Pupuk Kaltim, PT Perusahaana Listrik Negara (Persero) atau PLN dan afiliasi Genting Oil, PT Layar Nusantara Gas.

Perusahaan yang disebut terakhir, PT Layar Nusantara Gas akan menjadi kendaraan Genting Oil untuk mengangkut gas dari Blok Kasuri lewat fasilitas floating liquified natural gas (FLNG).

Pada perusahaan ini, induk RATU PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengambil alih 5% saham dengan transaksi mencapai US$38,57 juta.

RAJA telah melakukan pembayaran deposit kepada Genting Berhad pada 8 Mei 2026 ihwal akuisisi PT Layar Nusantara Gas.

(naw)

No more pages