"Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” ujar Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hasudungan Hutabarat dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PT PLN periode 2025 hingga 2034, ditargetkan porsi EBT mencapai 76%, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, PGEO menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033.
"Saat ini, kami mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah," jelas Fransetya.
"Dengan mengelola sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGEO menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan."
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, tahun ini menandai 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, warisan energi nasional yang menjadi pengingat pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air.
Panas bumi merupakan pilar strategis energi nasional karena sifatnya yang bersih, andal, dan baseload, sehingga cocok untuk menopang sistem kelistrikan di tengah transisi energi.
“Momentum 100 tahun ini adalah pengingat betapa luar biasanya kekayaan alam Nusantara. Seratus tahun lalu, perjalanan ini dimulai dari eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat. Hari ini, PGE bangga menjadi penggerak utama yang mengelola sekitar 70% energi panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian penting dari kami. Bagi saya dan seluruh perwira PGE, satu abad ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, melainkan juga momentum untuk membuktikan bahwa energi bersih nan melimpah yang kita miliki ini siap mendukung ketahanan energi negeri,” tutur Ahmad Yani.
(red)































