Logo Bloomberg Technoz

"Kami selalu sampaikan PHK itu masalah di hilirnya. Yang kita harus lihat adalah apa penyebab PHK dan masalah di hulunya itu apa," tegas Shinta.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebelumnya justru mencatat sebanyak 23.470 orang telah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Menyitir dari satudata Kemnaker, angka tersebut mengalami penambahan sebanyak 8.045 orang atau setara sekitar 52,16% jika dibandingkan dengan PHK Januari-April yang masih sebanyak 15.425 orang.

Tetapi, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angkanya mengalami penurunan cukup signifikan. Pada Januari-Mei 2025 lalu, angka PHK tercatat sebanyak 46.015 orang.

"Pada periode Januari s.d. Mei 2026 terdapat 23.470 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP," tulis Kemnaker, dikutip Rabu (17/6/2026).

Adapun PHK terbanyak masih berada di wilayah Provinsi Jawa Barat yang mencapai 5.044 orang. Sementara itu, Banten berada di posisi kedua dengan korban PHK mencapai 2.596 orang.

(ain)

No more pages