Di pasar global, penguatan indeks dolar AS masih berlanjut menjelang hasil rapat The Fed. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar masih menanti kepastian penunjukan Gubernur BI definitif yang dinilai akan memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.
"Investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif berikutnya," lanjut riset tersebut.
Sentimen eksternal lainnya datang dari Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) yang mengisyaratkan potensi pengenaan tarif impor tambahan terhadap sejumlah negara Asia, termasuk Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan.
Langkah tersebut menyusul penyelidikan atas dugaan kelebihan kapasitas produksi dan praktik dumping manufaktur dari negara-negara tersebut.
Di sisi lain, investor juga menunggu hasil rapat The Fed yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih cenderung bergerak sideways karena berada di antara rata-rata pergerakan MA20 dan MA60.
"Saat ini IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iv], cermati area 6.074-6.107 sebagai area koreksinya," kata Herditya dalam risetnya.
Meski demikian, ia menilai peluang penguatan masih terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas area tersebut. Adapun, area penguatan terdekatnya berada di 6.262-6.299.
(cpa/naw)































