Logo Bloomberg Technoz

Bahlil menyatakan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar tak bakal mengalami penyesuaian harga, meksipun harga minyak mentah sempat kembali menyentuh level US$100 per barel.

Keputusan tersebut juga bakal dilakukan terhadap LPG 3 kg atau Gas Melon. Dia menegaskan harganya tak mengalami kenaikan.

“Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk di dalamnya adalah LPG subsidi,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite tak bakal mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah Brent acuan dunia kembali merangsek naik ke level US$100/barel.

Purbaya menyatakan telah mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyimulasikan ketahanan fiskal terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia, hingga diatas level US$100/barel.

Dia memastikan, berdasarkan simulasi yang dilakukan, anggaran negara masih dapat meredam dampak kenaikan harga minyak dunia di level US$100/barel.

“BBM nonsubsidi kan emang enggak disubsidi kan, terserah Pertamina itu ya. Kalau yang subsidi akan kita jaga terus,” kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026).

“Cuma kemarin di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Bukan US$100 saja, atau lebih, jadi gimana kita anggarannya. Jadi sedang kita hitung tadi,” tegasnya.

Sekadar informasi, harga minyak telah menguat bulan ini karena permusuhan antara AS dan Iran meningkat di Teluk Persia, menghambat lalu lintas melalui Selat Hormuz dan memperlambat aliran minyak mentah dan gas alam cair.

Pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent sempat menembus level US$100 per barel, namun per sore hari ini harga minyak mentah Brent tercatat sebesar US$86,32 per barel.

Sebagai informasi, total pagu anggaran subsidi energi dalam APBN 2026 mencapai Rp210,06 triliun.Dengan perincian anggaran subsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) mencapai Rp25,14 triliun; subsidi LPG tabung 3 Kg mencapai Rp80,26 triliun; dan subsidi listrik sebanyak Rp104,64 triliun.

Apabila digabungkan dengan anggaran kompensasi energi, maka anggaran subsidi dan kompensasi energi Indonesia pada 2026 dipatok senilai Rp381,3 triliun.

—Dengan asistensi laporan dari Dovana Hasiana

(azr/ros)

No more pages