Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melangsungkan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Kamis malam. Dalam percakapan tersebut, Trump meyakinkan Marcos bahwa ia bakal membawa kekhawatiran Manila saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping kelak, menurut keterangan resmi Manila.
Serangkaian insiden di Scarborough Shoal terjadi usai Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Ma. Theresa Lazaro bertemu pada hari Rabu, di mana keduanya saling melayangkan protes keras dalam pertemuan tatap muka pertama mereka sejak tahun 2024. Wang memperingatkan dalam pertemuan itu bahwa hubungan bilateral kedua negara berada “di persimpangan jalan, dan keputusan ada di tangan Filipina untuk membuat pilihan yang tepat dan rasional.”
Tensi telah melonjak tinggi awal pekan ini setelah Filipina menuduh personel Penjaga Pantai China melakukan serangan agresif dan melukai seorang prajurit Angkatan Laut Filipina menggunakan tongkat kayu di Second Thomas Shoal.
China mengambil alih kendali efektif atas Scarborough Shoal—yang disebutnya sebagai Pulau Huangyan—beserta perairan di sekitarnya setelah perselisihan sengit dengan Filipina pada tahun 2012. Beijing telah membangun pulau-pulau buatan dan mendirikan berbagai bangunan di perairan sengketa guna mengukuhkan klaim sepihaknya atas Laut China Selatan, klaim yang sebenarnya telah ditolak oleh putusan pengadilan arbitrase internasional pada tahun 2016.
(bbn)
































