Hujan deras tanpa henti selama beberapa hari terakhir telah memicu serangkaian tanah longsor dan memutus akses konektivitas di negara bagian kawasan Himalaya tersebut, yang berbatasan langsung dengan China.
Cuaca ekstrem yang kian tak menentu kini mengancam ambisi India dalam membangun proyek-proyek infrastruktur skala besar, terutama di kawasan rawan Himalaya yang menyimpan sebagian besar potensi PLTA negara tersebut. Lonjakan aktivitas konstruksi di wilayah pegunungan yang tidak stabil ini telah memicu rentetan tanah longsor, meningkatkan risiko di negara yang termasuk paling terdampak bencana akibat perubahan iklim tersebut.
Upaya penyelamatan kian rumit akibat jarak pandang yang buruk serta terbatasnya ruang udara yang dipenuhi asap dan gas beracun di dalam terowongan yang tertutup. Sejumlah personel tim tanggap bencana bahkan mengalami pusing hingga hilang kesadaran saat berusaha membersihkan lokasi kejadian, menurut laporan Press Trust of India pada hari Selasa.
Berbagai instansi, termasuk badan penanggulangan bencana tingkat nasional maupun negara bagian, kini tengah bahu-membahu melancarkan operasi penyelamatan di lokasi bencana.
(bbn)































