"Portofolio Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) 2023 dan 2024 masih dibersihkan. Target manajemen, penyelesaian kredit 2023 pada akhir 2026 dan kredit 2024 pada pertengahan 2027. Sementara, Cost of Credit diperkirakan bertahan di sekitar 3,2%, tinggi namun sudah tidak meningkat lagi," lanjut riset tersebut.
Meski demikian, CLSA melihat prospek semester II-2026 akan lebih baik apabila belanja pemerintah mulai meningkat dan dana Kementerian Keuangan kembali masuk ke sistem perbankan. Kondisi tersebut dinilai akan memperbaiki likuiditas, meredakan persaingan deposito, dan mendukung pemulihan margin.
Sejalan dengan itu, CLSA memproyeksikan laba bersih BBRI masih turun 6,4% pada 2026, namun akan kembali tumbuh 13,4% pada 2027 dan 14,4% pada 2028. ROE juga diperkirakan kembali ke kisaran 18%-19% mulai 2027.
Namun, CLSA tetap mengingatkan investor untuk mencermati sejumlah risiko, mulai dari kepastian skema subsidi PNM Mekaar pasca-repricing, implementasi program Koperasi Desa Merah Putih yang targetnya direvisi menjadi 40.000 koperasi, hingga penyesuaian skala program Agrinas yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pertumbuhan kredit.
(dhf)





























