Logo Bloomberg Technoz

Kendati begitu, dia menyatakan tersadar bahwa pembentukan koperasi di desa bakal sulit dilakukan jika dirinya tidak memiliki kewenangan dan kekuasaan. Dia menegaskan pembentukan koperasi membutuhkan modal.

“Tapi saya sadar waktu saya mulai bikin koperasi ternyata kalau tidak punya wewenang, kalau tidak punya kekuasaan, sangat lambat. Sangat lambat. Betul? Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan sebanyak 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah selesai terbentuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.845 Koperasi Desa sudah selesai terbangun 100%, baik bangunan fisik gudang, gerai maupun alat kelengkapannya.

"Sisanya yang sedang dibangun ada sebanyak 19.539 unit. Jadi total kurang lebih 35.000 (koperasi yang sudah dan sedang terbangun) Bapak Presiden," ujar Ferry dalam pidatonya.

Dia menegaskan proses pembangunan Koperasi Desa akan rampung bersamaan dengan pelatihan dan pendidikan bagi manajer koperasi desa yang rencananya akan selesai pada pekan pertama Agustus 2026.

"Mereka akan kami tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapannya," kata Ferry.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengaku berharap Kepala Negara dapat meresmikan operasional dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang akan berlangsung Agustus 2026.

Menurut dia, kegiatan usaha koperasi yang semula ketinggalan dibanding badan usaha swasta dan badan usaha milik negara akan mulai bangkit dan memberi andil bagi perekonomian seiring dengan pembangunan Koperasi Desa tersebut.

Dia meyakini pembangunan Koperasi Desa ini akan turut bermanfaat membantu perputaran ekonomi di seluruh wilayah. Salah satunya, dengan adanya izin koperasi masuk ke berbagai sektor industri.

"Kemudian memperbolehkan koperasi sekarang untuk masuk ke berbagai sektor, mengelola sumur minyak rakyat atau idle well. Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral," kata Ferry.

"Kami juga sekarang sudah mengelola dan mendirikan pabrik CPO. Bulan Agustus kami akan meresmikan pabrik CPO di Musi Banyuasin, Kabupaten di Sumatra Selatan. Itu Koperasi Unit Desa Sejahtera," lanjutnya.

Tak hanya itu, koperasi bahkan dapat menjalankan usaha pembangkit listrik tenaga surya skala 0,5 sampai 1 megawatt di Semburlaut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau.

(azr/lav)

No more pages