Soekarno-Hatta Bidik 10 Besar Bandara Dunia pada 2029

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk dalam jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola ekosistem kebandarudaraan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di sektor transportasi udara global.
Saat ini, posisi Bandara Soekarno-Hatta dalam pemeringkatan bandara terbaik dunia versi Skytrax berada di peringkat ke-22. Posisi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
InJourney Airports sebagai pengelola bandara terus mempercepat berbagai program transformasi guna mendukung pencapaian target tersebut. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk InJourney Holding dan Danantara Indonesia.
Transformasi Bandara Soekarno-Hatta telah dimulai sejak 2024 dengan pendekatan berbasis tiga pilar utama, yaitu Premises, People, dan Process. Sementara itu, teknologi menjadi faktor pendukung utama dalam keseluruhan proses transformasi tersebut.
Pilar Premises difokuskan pada pengembangan infrastruktur bandara yang berorientasi pada pelayanan pengguna jasa. Sementara People diarahkan pada peningkatan kualitas layanan sumber daya manusia yang berstandar internasional.
Adapun Process berfokus pada pengembangan operasional bandara berbasis ekosistem yang terintegrasi sehingga mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan modern.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan berbagai program transformasi tersebut telah menghasilkan sejumlah perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh pengguna jasa bandara.
Salah satu realisasi transformasi adalah hadirnya Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang diresmikan Presiden Republik Indonesia pada 2025. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari peningkatan layanan bagi jamaah Indonesia.
Selain itu, InJourney Airports juga telah menyelesaikan revitalisasi Terminal 1C yang kembali dibuka pada tahun yang sama. Pembukaan kembali terminal tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas layanan penumpang.
Di sisi lain, program beautifikasi yang dijalankan di Terminal 3 turut memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.
“Realisasi transformasi secara konkret adalah Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang diresmikan oleh Presiden RI pada 2025, lalu dibukanya Terminal 1C pada tahun yang sama usai tuntas direvitalisasi, serta program beautifikasi yang membawa Terminal 3 meraih predikat Bintang 4 Skytrax,” kata Mohammad R. Pahlevi.
Pada tahun ini, transformasi Bandara Soekarno-Hatta terus berlanjut melalui revitalisasi Terminal 1A yang diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas penumpang secara signifikan.
“Pada 2026, program transformasi berlanjut melalui revitalisasi Terminal 1A untuk pelayanan lebih baik, fasilitas lebih lengkap, serta kapasitas penumpang yang jauh lebih banyak dari saat ini 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun seiring pemulihan dan ekspansi industri penerbangan nasional.
Secara bersamaan, pengembangan Terminal 3 juga terus dilanjutkan melalui program beautifikasi pada berbagai area strategis di terminal tersebut.
InJourney Percepat Tiga Program Transformasi
Program beautifikasi di Terminal 3 mencakup pembaruan fasad tenant komersial di area keberangkatan, penataan ulang area boarding gate, hingga penyempurnaan desain interior pada area check in dan fasilitas umum lainnya.
Menurut InJourney Airports, seluruh pembaruan tersebut menjadi modal penting bagi Bandara Soekarno-Hatta untuk bersaing dengan bandara kelas dunia lainnya.
Mohammad R. Pahlevi mengungkapkan percepatan transformasi kini dilakukan melalui tiga program utama yang berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna jasa atau airport experience.
“Bandara Soekarno-Hatta harus memiliki standar yang lebih tinggi lagi, karena itu kami menjalankan 3 program airport experience yakni Airport Revitalization & Beautification, Airport Transformation, dan Tactical Recommendation Follow Up,” jelas Mohammad R. Pahlevi.
Program pertama adalah Airport Revitalization & Beautification yang bertujuan menghadirkan suasana bandara yang lebih nyaman dan modern bagi seluruh penumpang.
Program ini mencakup revitalisasi area check in di seluruh terminal, penataan kursi tunggu di area boarding gate, hingga pembaruan area boarding lounge agar memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Selain itu, seluruh fasilitas umum seperti toilet dan ruang perawatan bayi atau nursery juga menjadi bagian dari program revitalisasi tersebut.
Program kedua adalah Airport Transformation yang berfokus pada peningkatan layanan melalui pemanfaatan teknologi terkini dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Berbagai fasilitas berbasis teknologi yang disiapkan antara lain layanan self bag drop, bag tracking, sistem penanganan bagasi yang lebih optimal, hingga pemanfaatan teknologi biometrik dalam proses keberangkatan penumpang.
InJourney Airports juga menyiapkan integrasi antara aplikasi pada telepon pintar dengan sistem penunjuk arah digital atau digital wayfinding yang tersedia di bandara.
Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jasa menemukan lokasi yang dibutuhkan secara lebih cepat dan efisien selama berada di area bandara.
“Tidak hanya fasilitas dengan teknologi, tetapi pelayanan staf bandara berkelas dunia juga masuk dalam program Airport Transformation. Kami membentuk CX Academy bagi frontliner untuk dapat memberikan pelayanan terbaik,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Program ketiga adalah Tactical Recommendation Follow Up yang difokuskan pada pemenuhan berbagai rekomendasi dari lembaga pemeringkat penerbangan dunia, Skytrax.
Rekomendasi tersebut telah disampaikan baik secara verbal maupun melalui laporan audit tertulis yang diterima oleh pengelola bandara.
Sejumlah rekomendasi yang saat ini sedang dipenuhi antara lain revitalisasi dan penambahan Flight Information Display System atau FIDS, optimalisasi website bandara, hingga perbaikan sarana dan prasarana pendukung operasional.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat posisi Bandara Soekarno-Hatta dalam pemeringkatan global.
“Program transformasi merupakan bagian dari upaya dalam menghadirkan airport experience kelas dunia. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi seluruh stakeholders, Bandara Soekarno-Hatta akan menembus 10 bandara terbaik dunia pada 2029,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Peringkat Bandara Soekarno-Hatta dalam daftar bandara terbaik dunia versi Skytrax memang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi ke-28 dunia. Setahun kemudian, peringkat tersebut naik menjadi posisi ke-25.
Sementara pada 2026, bandara terbesar di Indonesia itu kembali mencatatkan kemajuan dengan menempati peringkat ke-22 dunia.
Dengan tren peningkatan yang konsisten tersebut, target menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029 dinilai semakin realistis untuk diwujudkan melalui transformasi yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.






























