Belum ada penjelasan langsung mengenai perubahan arah mendadak tersebut, meski Iran telah berulang kali menyatakan bahwa kapal-kapal hanya boleh melintasi selat melalui rute yang ditetapkan dan diizinkan oleh Republik Islam Iran. Kelompok penghubung angkatan laut belum memberikan komentar mengenai perubahan arah mendadak tersebut.
Pada Sabtu, 19 kapal melintasi Selat Hormuz ke kedua arah, tetapi hanya satu kapal yang secara terbuka menandakan pelintasannya menuju selat tersebut melalui pantai Oman, menurut data Kpler.
Angka ini berbeda dengan jumlah pada Jumat yang mencapai 13 kapal melalui rute tersebut. Jumlah ini hanya mencakup transit yang teramati, dan angka-angka tersebut dapat berubah seiring verifikasi lebih lanjut terhadap penyeberangan “gelap”—yang dilakukan tanpa mengaktifkan transponder.
Selama sebagian besar masa perang, beberapa kapal yang berusaha meninggalkan Teluk Persia melalui Selat Hormuz melaporkan peringatan dari pasukan Iran melalui komunikasi radio, yang menyatakan bahwa mereka tidak boleh melanjutkan perjalanan tanpa izin dari Teheran. Iran telah menembaki beberapa kapal yang tetap melanjutkan pelayaran.
Perusahaan-perusahaan kapal tanker telah berjuang menghadapi pembukaan kembali Selat Hormuz yang tidak menentu. Kesediaan mereka untuk mengambil risiko melintasi jalur perairan yang sempit ini sangat penting bagi normalisasi pasar minyak, yang masih dalam proses pemulihan dari krisis bersejarah selama empat bulan.
(bbn)





























