Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Ashar Jaya menegaskan tidak adanya tindakan penutupan terhadap layanan kesehatan di rumah sakit yang menjadi tempat kejadian kasus dr. Icha.

“Bahwa pemerintah daerah Dinas Kesehatan harus memberikan pembinaan yang proporsional terkait kasus ini. Manajemen RS yang baik harus bisa memaparkan risiko, karena semua pasien panik ingin dapat pelayanan segera, emosi, dan ketemu dokter yang dipandang tidak bisa memberikan pelayanan. Harus ada tenaga satpam, upaya perlindungan segalanya. Ini tidak berjalan dengan baik,” kata Ashar dalam keterangannya.

“Untuk sanksi, tidak bisa langsung menutup, penutupan itu adalah jalan terakhir, lebih banyak pembinaan secara bertahap,” tambahnya.

Dokter harus berani

Kemenkes juga meminta para tenaga kesehatan untuk berani bersuara jika terdapat gangguan, atau intimidasi saat menjalankan tugas.

“Peristiwa ini menjadi momentum. Untuk itu, mari kita semua memperkuat perlindungan tenaga medis. Tidak boleh lagi ada dokter-dokter lain yang takut saat menjalankan tugas untuk menyelamatkan pasien. Negara dipastikan hadir, kepada nakes, tetap stay safe dan melayani dengan baik,” kata Yuli. 

Yuli juga mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman dan sejahtera.

“Kalian tidak sendiri. Sampaikan ke unit layanan pengaduan Dinas Kesehatan maupun Kemenkes,” tutupnya.

(spt)

No more pages