Sementara itu, PFA menyatakan Al-Ashqar merupakan salah satu dari lebih dari 1.000 atlet Palestina yang tewas sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023. Korban tersebut mencakup pesepak bola, pelatih, wasit, hingga pengurus olahraga.
PFA juga menilai konflik yang berkepanjangan telah menghancurkan dunia olahraga Palestina. Selain menelan korban jiwa, sejumlah stadion, lapangan, dan fasilitas olahraga di Jalur Gaza dilaporkan rusak akibat serangan yang terus berlangsung.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari militer Israel yang secara khusus menanggapi laporan mengenai kematian Al-Ashqar.
Kematian Al-Ashqar kembali menjadi pengingat besarnya dampak perang terhadap warga sipil, termasuk atlet yang tetap menjadi korban di tengah konflik.
(dec)






























