Ateng menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,67% dan memberi andil inflasi 1,36%.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merag, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan bawang merah,” kata Ateng dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Kelompok pengeluaran lain yang memberi inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 10,10% dan memberi andil 0,69%.
"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” tutur Ateng.
Komponen pengeluaran transportasi yang juga mendorong inflasi secara tahunan, dengan laju inflasi 4,57% dan andil 0,55%. Komoditas penyumbang inflasi dari kelompok ini antara lain: Bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, juga pelumas/oli mesin.
(lav)





























