Logo Bloomberg Technoz

Dia pun juga menegaskan bahwa hal tersebut bukan penyakit, melainkan sebuah sindrom respons fisiologis.Berdasarkan ilmiahnya, Exercise-Induced Gastrointestinal Syndrome (EIGS), atau secara awam dikenal sebagai "runner's diarrhea" / "runner's trots".

"Istilah ini merujuk pada gangguan integritas dan fungsi saluran cerna yang umum menyertai olahraga berat,"kata dia.

Selain itu, dia menjelaskan, berdasarkan survei terhadap pelari, sekitar 12% pernah mengalami inkontinensia alvi atau kesulitan menahan buang air besar saat berolahraga. 

Gangguan saluran cerna bagian bawah seperti diare maupun dorongan buang air besar yang mendesak juga dapat memengaruhi performa hingga proses pemulihan atlet. Pada ajang ultra-endurance, prevalensi diare bahkan dilaporkan mencapai 44% peserta.

Menurut Andi, Hyrox memiliki karakteristik yang membuat risiko gangguan pencernaan menjadi lebih tinggi karena menggabungkan dua pemicu utama sekaligus. 

Pertama, komponen lari berulang yang menimbulkan guncangan mekanis pada usus (mechanical jostling). Kedua, rangkaian latihan beban seperti sled push, sled pull, wall ball, burpee broad jump, hingga farmer's carry yang berulang kali meningkatkan tekanan di dalam rongga perut sehingga memberi tekanan pada sistem sfingter anus.

Selain itu, saat tubuh melakukan aktivitas fisik berat, aliran darah akan lebih banyak dialihkan ke otot dan kulit. Kondisi yang dikenal sebagai splanchnic hypoperfusion ini membuat aliran darah ke usus berkurang sehingga memicu iskemia relatif, meningkatkan permeabilitas usus, serta mengganggu motilitas saluran cerna.

"Jadi kombinasi faktor iskemik, mekanik, dan nutrisi merupakan tiga penyebab utama diare pada pelari maupun olahraga intensitas tinggi seperti Hyrox," ujar Andi.

3 faktor utama yang dapat memicu diare saat olahraga berintensitas tinggi, yakni:

  • Penurunan aliran darah ke saluran pencernaan

Saat berolahraga intensif, aliran darah lebih banyak dialihkan ke otot yang bekerja sehingga pasokan darah ke usus berkurang. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi pelindung usus, meningkatkan permeabilitas usus, dan diperparah jika atlet mengalami dehidrasi.

  • Faktor mekanis

Gerakan berlari yang dilakukan berulang kali menimbulkan guncangan pada saluran pencernaan. Pada olahraga seperti Hyrox, kondisi tersebut diperparah dengan latihan beban berintensitas tinggi yang meningkatkan tekanan di dalam rongga perut sehingga memicu diare maupun dorongan buang air besar yang sulit ditahan.

  • Faktor nutrisi

Makanan dan minuman tertentu sebelum bertanding juga dapat memicu gangguan pencernaan. Minuman dengan osmolalitas tinggi atau terlalu pekat diketahui meningkatkan risiko munculnya gejala saluran cerna.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Andi menyarankan beberapa langkah berikut:

  • Hindari makanan tinggi serat, lemak, protein, serta minuman karbohidrat yang terlalu pekat sebelum bertanding
  • Batasi konsumsi makanan tinggi FODMAP, kafein, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) menjelang olahraga
  • Atur waktu makan dengan menghindari porsi besar sekitar satu hingga dua jam sebelum perlombaan
  • Jaga hidrasi tetap optimal agar tidak mengalami dehidrasi maupun kelebihan cairan selama berolahraga
  • Lakukan *gut training* atau melatih saluran pencernaan secara bertahap selama latihan, termasuk mencoba strategi makan dan minum yang akan digunakan saat lomba
  • Rencanakan waktu ke toilet sebelum perlombaan dan ketahui lokasi fasilitas toilet di area pertandingan

Perbincangan mengenai fenomena tersebut ramai di media sosial setelah sejumlah warganet mengunggah komentar mengenai dugaan seorang peserta Hyrox Jakarta yang mengalami diare saat lomba.

"Kemarin beritanya bau sandbag, sekarang ada yg cepirit di rower machine.. kocak lahh em," tulis akun **coky*** di Threads, dikutip Selasa (30/6).

Warganet lain juga mempertanyakan apakah peserta diperbolehkan ke toilet saat mengikuti kompetisi. Meski menjadi bahan candaan di media sosial, menurut Andi kondisi tersebut merupakan fenomena medis yang memang dapat terjadi pada olahraga dengan intensitas tinggi dan daya tahan ekstrem.

(dec)

No more pages