"Capaian kunjungan wisman pada Mei 2026 merupakan yang tertinggi sejak 2020," ujar Ateng.
Berdasarkan kewarganegaraan, wisman yang masuk melalui pintu utama masih didominasi pemegang paspor Malaysia dengan kontribusi 21,58%, disusul Australia sebesar 11,22%, dan Singapura sebesar 9,89%. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, tetap menjadi pintu masuk utama wisman dan didominasi wisatawan asal Australia.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga terus meningkat. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 106 juta perjalanan, naik 8,83% dibandingkan April 2026 dan meningkat 8,69% dibandingkan Mei tahun lalu.
Secara kumulatif Januari-Mei 2026, perjalanan wisnus mencapai 523,22 juta perjalanan, atau naik 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Capaian Januari hingga Mei 2026 ini merupakan yang tertinggi sejak 2021," kata Ateng.
Berbeda dengan tren tersebut, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat sekitar 550 ribu perjalanan, turun 14,49% secara bulanan dan turun 6,05% dibandingkan Mei 2025.
"Secara umum, penurunan perjalanan wisnas terutama disebabkan kenaikan harga tiket penerbangan, kenaikan harga avtur, dan juga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan utama," ujar Ateng.
Selain itu, BPS mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 50,76%, meningkat 1,93 poin dibandingkan April 2026 dan naik 2,48 poin dibandingkan Mei tahun lalu.
Menurut Ateng, peningkatan tersebut didorong adanya libur panjang pada Mei serta penyelenggaraan berbagai kegiatan rapat, pertemuan, dan konferensi berskala nasional maupun internasional. "Secara tahunan, peningkatan TPK juga dipengaruhi jumlah hari libur pada Mei yang lebih banyak dibandingkan Mei tahun lalu," ujarnya
(dec/spt)






























