IHSG Diproyeksi Masih Akan Tertekan
Cahya Puteri Abdi Rabbi
01 July 2026 08:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan kemarin, Rabu (1/7/2026), setelah mengakhiri semester I 2026 dengan koreksi tajam.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (30/6/2026), IHSG ditutup anjlok 3,05% ke level 5.643. Pelemahan tersebut memperpanjang penurunan indeks menjadi 35,49% secara year to date, seiring aksi jual bersih investor asing yang telah menembus Rp88 triliun sepanjang semester pertama.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan bawa pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen global dan domestik. Dari dalam negeri, pasar akan mencermati rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, inflasi, serta neraca perdagangan yang menjadi indikator kondisi ekonomi nasional.
Sementara itu, dari eksternal, perhatian investor tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support di 5.560 dan resistance di 5.735. Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi," kata Reza dalam riset hariannya pada Rabu (1/7/2026).



























