Ia menjelaskan BPJS Kesehatan sempat mengalami defisit pada periode 2018 hingga 2020.Kondisi keuangan kemudian membaik setelah pandemi Covid-19, namun kembali tertekan akibat lonjakan biaya pelayanan kesehatan.
Saat ini, BPJS Kesehatan menangani sekitar 2 juta transaksi layanan kesehatan setiap hari dengan nilai pembayaran sekitar Rp500 miliar.
Dalam sebulan, pembayaran klaim kesehatan mencapai sekitar Rp16 triliun hingga Rp16,5 triliun, sementara penerimaan iuran hanya sekitar Rp14 triliun. Kondisi tersebut menyebabkan BPJS Kesehatan mengalami defisit sekitar Rp2 triliun setiap bulan.
Meski demikian, Prihati memastikan BPJS Kesehatan masih memiliki cadangan dana untuk membayar klaim dalam jangka pendek. Namun tanpa intervensi kebijakan, cadangan tersebut diperkirakan akan terus menurun.
"Kita masih punya cadangan untuk pembayaran klaim ini sampai awal tahun depan. Dan kita akan gagal bayar di Juli 2027 bila tidak ada intervensi," ujar Prihati.
(dec)



























