Logo Bloomberg Technoz

Tekanan IHSG Belum Usai, Katalis Positif Terbatas

Cahya Puteri Abdi Rabbi
30 June 2026 13:49

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek meski sejumlah katalis positif mulai bermunculan.

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga potensi perbaikan ekonomi domestik dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi sentimen negatif yang berasal dari pelemahan rupiah, prospek suku bunga global, hingga isu tata kelola pasar modal Indonesia.

Analis Panin Sekuritas Zaidan mengatakan salah satu sentimen positif datang dari mulai normalnya kondisi di Selat Hormuz.


Kondisi tersebut telah mendorong harga minyak mentah Brent kembali turun di bawah US$80 per barel sehingga menjadi kabar baik bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak.

"Ini positif bagi Indonesia karena tekanan biaya impor energi dan bahan baku dapat berkurang. Aktivitas ekspor-impor juga berpotensi membaik," kata Zaidan lewat pesan singkat, dikutip Selasa (30/6/2026).