“Ini sedang kita bersihkan sedang kita tertibkan dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200,” ungkap Prabowo.
Prabowo menegaskan hingga saat ini ribuan pelat merah tersebut yang tidak menguntungkan atau menghasilkan laba dan hanya mengeluarkan biaya overhead saja. Biaya overhead adalah biaya yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi atau pun jasa. Sederhananya, biaya overhead artinya beban tambahan atau beban lain-lain.
“Bayangkan lebih dari 750 [BUMN] kita tutup. [di dalamnya] ada 750 direktur utama, 750 direksi. [kalau] kali 4 atau kali 5. 750 komisaris kali 10. overhead-nya kayak apa? gajinya kayak apa?,” tegas Prabowo.
“Ini uang rakyat semua perusahaan tidak untung hanya bayar overhead.”
Kepala Negara menegaskan dalam dua tahun ke depan pemerintah akan melakukan efisiensi terhadap BUMN agar lebih transparan bekerja terhadap rakyat.
“Kita mau sekarang rasional efisien dan ini kita buktikan dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai jadi dalam 2 tahun kita akan bikin BUMN lebih efisien lebih transparan lebih bekerja untuk rakyat,” tuturnya.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan kabar terbaru mengenai target perampingan dan pengkonsolidasian BUMN yang sebelumnya masih berjumlah sekitar 1.077. Dari total tersebut, sebanyak 258 BUMN telah berhasil dikonsolidasikan.
Sementara itu, sebanyak 300 BUMN lainnya akan segera dilakukan perampingan. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Danantara Rosan Roeslani saat berkunjung ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
"Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam siaran resminya, Senin (22/6/2026).
(lav)



























