Buka Kantor Cabang di Jakarta
Selain menyiapkan pendanaan, kata Purbaya, AIIB juga berencana membuka kantor cabang di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menyatakan siap mendukung rencana tersebut dengan menyediakan aset negara berupa tanah dan bangunan yang tidak terpakai.
“AIIB juga ingin buka kantor cabang di Indonesia. Kalau saya hitung-hitungan, kalau dikasih pinjam US$17 miliar bolehlah kita kasih kantor cabang. Kita janji ke mereka akan sediakan tanah dan bangunan untuk mereka pakai,” sebut Purbaya.
Menurutnya, pemerintah tengah mengidentifikasi aset yang cocok untuk dijadikan kantor AIIB. Ia menargetkan kantor cabang tersebut mulai beroperasi pada Juni tahun 2027, sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan langsung dari Jakarta.
“Akan kita sediakan, sedang kita cari mana yang cocok. Kita lihat aset kita yang mana yang pas, yang cukup representatif bisa dipakai kantor cabang AIIB. Juni sudah beroperasi, tahun depan. Sehingga ASEAN nanti dilayani dari Jakarta, maunya saya begitu,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, sebagian proyek yang berpotensi dibiayai AIIB telah diidentifikasi, termasuk pembangunan jalan tol di Sumatra. Namun, pemerintah masih akan menentukan proyek-proyek prioritas yang membutuhkan tambahan pembiayaan.
“Sudah ada beberapa, misalnya jalan tol di Sumatra. Nanti kita cari proyek mana yang kita butuh uang. Mereka mau ngasih US$17 miliar. Itu lebih bagus,” jelasnya.
Ia menilai model pembiayaan AIIB memberikan keuntungan bagi Indonesia karena aset hasil pembangunan tetap menjadi milik negara, berbeda dengan investasi langsung yang membuat kepemilikan aset berada di tangan investor.
“Jadi pembangunan kita dibiayai seperti investor masuk, tapi akhirnya punya kita. Jadi untung, bukan rugi,” pungkasnya.
(mef/ell)























