Menurut Shan, tingginya aktivitas di sektor restoran menunjukkan masyarakat masih memiliki kemampuan untuk membelanjakan pendapatannya.
Ia menjelaskan bahwa industri restoran juga memiliki efek berganda yang luas terhadap perekonomian.
“Ada makanan, rantai pasok, sumber daya manusia, mebel, listrik, dan banyak industri lainnya,” katanya.
Selain restoran, Shan juga memperhatikan perkembangan penjualan kendaraan di Indonesia.
Menurut dia, peningkatan jumlah kendaraan premium yang terlihat di jalanan Jakarta menjadi salah satu sinyal bahwa daya beli masyarakat masih cukup kuat.
“Penjualan mobil di Indonesia meningkat,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi saat pertama kali datang ke Jakarta pada 2023 dengan kunjungannya beberapa tahun kemudian.
“Saya tidak melihat banyak Mercedes, BMW, atau Audi. Setelah 3 tahun, saya melihat banyak orang sekarang memiliki Mercedes. Saya melihat banyak BMW, saya melihat banyak Bentley di Jakarta,” kata Shan.
Menurutnya, peningkatan kepemilikan kendaraan premium menunjukkan adanya peningkatan pendapatan pada sebagian kelompok masyarakat.
“Artinya orang-orang menghasilkan uang dan mereka memiliki daya beli untuk membeli mobil-mobil ini,” ujarnya.
Selain konsumsi dan penjualan kendaraan, Shan juga menyoroti tingginya konsumsi energi sebagai indikator lain yang mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih berjalan.
Karena itu, ia menilai berbagai indikator lapangan tersebut mendukung pandangannya bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat.
Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.
(red)




























