Logo Bloomberg Technoz

Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat.

“PDB 5,6%, inflasi sekitar 3%, defisit fiskal di bawah 3%, cadangan devisa 146 miliar dolar, dan secara keseluruhan momentum ekonomi tetap kuat,” ujarnya.

Meski demikian, Shan mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu langsung dirasakan seluruh masyarakat dalam waktu bersamaan.

Menurutnya, pemerintah memahami tantangan tersebut dan berupaya menjaga pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

“Pemerintah sepenuhnya menyadari fakta bahwa ketika ekonomi sedang booming, hal itu mungkin tidak langsung diterjemahkan ke semua segmen masyarakat. Ini akan memakan waktu,” katanya.

Shan menilai pembangunan ekonomi tidak bisa menghasilkan perubahan instan.

“Ini membutuhkan waktu, tetapi tidak akan terjadi dalam semalam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fokus pemerintah dalam meningkatkan standar hidup masyarakat melalui berbagai kebijakan ekonomi dan pembangunan.

“Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh dan mereka fokus pada peningkatan standar hidup masyarakat biasa di Indonesia,” kata Shan.

Menurutnya, tujuan utama kebijakan ekonomi bukan hanya menciptakan pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.

“Pemerintah ingin memperbaiki gaya hidup, standar hidup, serta meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat biasa di Indonesia pada tingkat makro,” ujarnya.

Karena itu, Shan menilai perbedaan antara data ekonomi dan persepsi masyarakat tidak selalu berarti bahwa pertumbuhan ekonomi tidak terjadi. Sebaliknya, hal tersebut dapat mencerminkan proses transmisi manfaat ekonomi yang masih berlangsung.

Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.


(red)

No more pages