“Pasar menyukai apa yang terjadi saat ini, dengan harga minyak turun jauh dan saham melonjak,” tulis Trump di media sosial.
Aksi jual minyak mentah berarti kontrak berjangka kini telah menghapus hampir seluruh kenaikan yang dipicu oleh perang, yang pecah pada Februari ketika AS dan Israel menyerang Iran terkait program nuklirnya. Selat Hormuz — yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global dan biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia — sebelumnya dikenai blokade ganda oleh Teheran dan AS.
Wakil Presiden JD Vance meremehkan kekhawatiran bahwa Iran pada akhirnya dapat mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, sebuah langkah yang berpotensi mengubah jalur sempit strategis itu menjadi sumber pendapatan bagi Teheran. Ia juga mengatakan bahwa hitungan waktu 60 hari untuk menyelesaikan rincian-rincian yang masih diperdebatkan dalam nota kesepahaman telah mulai berjalan.
Meskipun harga minyak mentah telah merosot, pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh kemungkinan akan menjadi proses yang rumit dan memakan waktu. Agar dapat berjalan lancar, proses tersebut harus dikoordinasikan dengan baik, mulai dari penempatan kapal di lokasi yang tepat, pengoperasian kembali sumur minyak, perbaikan infrastruktur, hingga tercapainya kesepakatan mengenai operasi pembersihan ranjau. Sejumlah pemilik kapal juga masih berhati-hati terhadap kondisi di jalur perairan tersebut dan kawasan Teluk Persia.
“Semua orang ingin mengeluarkan kapal-kapal mereka, tetapi suasana saat ini menunjukkan bahwa Anda tidak harus menjadi yang pertama melakukannya,” kata Jan Rindbo, Chief Executive Officer D/S Norden A/S.
“Jelas, dengan kembali normalnya lalu lintas pelayaran, kepercayaan akan meningkat. Namun situasinya masih rapuh, dan tidak dibutuhkan banyak hal untuk membuat kepercayaan itu kembali menghilang,” ujarnya.
Harga:
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 0,6% menjadi US$77,02 per barel pada pukul 06.24 waktu Singapura.
- Kontrak Agustus yang lebih aktif diperdagangkan turun 0,4% menjadi US$75,57 per barel.
- Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus ditutup naik 0,4% menjadi US$79,85 per barel pada Kamis.
(bbn)





























