Berikut 10 saham laggards pada perdagangan hingga siang ini berdasarkan data Bloomberg:
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membebani 24,14 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membebani 15,76 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membebani 9,41 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membebani 7,86 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membebani 4,05 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) membebani 3,16 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membebani 2,27 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani 2,26 poin
- PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) membebani 1,62 poin
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) membebani 1,29 poin
Pengumuman BI Rate
Perhatian investor tertuju dan berfokus ke MH Thamrin di mana kantor pusat Bank Indonesia (BI) berada. Gubernur Perry Warjiyo dan kolega sudah menggelar pertemuan sedari kemarin, dan akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) siang ini.
Mengacu konsensus yang dihelat oleh Bloomberg, sebanyak 25 dari 40 ekonom/analis yang disurvei memperkirakan BI Rate akan naik menjadi 5,75%. Bahkan ada 2 ekonom/analis yang memprediksi ada kenaikan 50 bps menjadi 6%.
Namun, masih ada 13 orang di antaranya memperkirakan BI Rate berpeluang ditahan tetap di 5,5%.
Artinya, konsensus pasar untuk keputusan RDG BI hari ini tidak bulat. Porsi itu dinilai mempertimbangkan tren di global yang juga mengarah pada tightening (pengetatan). Berdasarkan data terbaru yang dilansir, risiko terhadap rupiah juga belum sepenuhnya hilang.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Hosianna Evalita Situmorang memproyeksi kenaikan yang lebih moderat yakni 25 bps menjadi 5,75%.
“Kami memperkirakan Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5.75% pada 18 Juni, mengingat tren di global yang juga mengarah pada tightening (pengetatan),” kata Hosianna.
Dia mengatakan hal itu sejalan dengan momentum bank sentral maupun pemerintah yang menawarkan imbal hasil menarik pada aset berdenominasi rupiah dan ragam kemudahan seperti diskon 10% untuk swap hedging lindung nilai bagi investor asing.
Efek FTSE
Selain penantian hasil keputusan RDG BI, penurunan terjadi di tengah sentimen pasar yang turut dibayangi keputusan FTSE Russell mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari rangkaian indeks global.
Hingga pukul 11.30 WIB, IHSG kehilangan 65,82 poin atau setara 1,06% ke level 6.154,92.
Pergerakan indeks sejak awal perdagangan cenderung tertekan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.197, namun tak bertahan lama dan berbalik turun hingga menyentuh level terendah 6.120.
Sementara itu, mayoritas saham yang bergerak di zona merah. Sebanyak 325 saham melemah, 207 saham menguat, dan 176 saham stagnan hingga pukul 09.20 WIB.
Pelemahan IHSG terjadi bersamaan dengan keputusan FTSE Russell terkait penghapusan sejumlah saham Indonesia dari indeks globalnya dalam tinjauan kuartalan Juni 2026 yang akan efektif pada Senin, 22 Juni 2026 atau setelah penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.
Salah satu saham yang dikeluarkan adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Selain itu, sejumlah emiten lain seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Nickel Industries Indonesia Tbk (NCKL) juga terkena dampak penyesuaian indeks tersebut.
Direktur Kebijakan Indeks untuk Kawasan Asia Pasifik FTSE Russel Wanming Du mengonfirmasi keluarnya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) dalam tinjauan berkala Juni 2026.
Wanming Du menerangkan DSSA dikeluarkan dari kategori Large Cap lantaran tingginya konsentrasi kepemilikan saham perseroan yang belakangan juga diungkap Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Dian Swastatika Sentosa dikeluarkan karena tingginya konsentrasi kepemilikan saham,” kata Wanming Du kepada Bloomberg Technoz pada Kamis (18/6/2026).
Selain itu, dia menegaskan, lembagannya tidak memasukkan saham Indonesia ke dalam tinjauan anyar akhir bulan ini.
Sementara itu, sejumlah saham lainnya seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga dikeluarkan dari dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap Index.
"GoTo Gojek Tokopedia dan Trimegah Bangun Persada dikeluarkan karena berpindah ke papan perdagangan yang tidak memenuhi syarat,” kata dia.
Sementara itu, saham PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Micro Cap Index.
***Dengan asistensi Cahya Puteri Abdi***
(fad/aji)




























