Logo Bloomberg Technoz

Secara teknikal, Reza memproyeksikan IHSG bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif dengan area support di 6.071-5.931 dan resisten di 6.300-6.350.

"Selama bertahan di atas area support, tren rebound menengah masih terjaga meskipun volatilitas diperkirakan meningkat menjelang berbagai agenda pasar pekan ini," kata Reza dalam risetnya pada Kamis (18/6/2026).

Selain itu, pelaku pasar juga akan menantikan sejumlah agenda lainnya, seperti MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing FTSE, hingga MSCI Annual Market Classification Review.

Dot Plot The Fed Juni 2026. (Bloomberg).

Sementara itu, Pilarmas Sekuritas menilai sentimen eksternal masih menjadi perhatian utama pasar setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%-3,75%.

Di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, bank sentral AS juga memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama guna mengendalikan inflasi yang masih membayangi perekonomian Amerika Serikat.

Pilarmas menyoroti proyeksi suku bunga atau dot plot terbaru yang menunjukkan ekspektasi suku bunga lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Median Fed Rate untuk tahun ini naik menjadi 3,75% dari sebelumnya 3,375%. Proyeksi tahun depan juga meningkat menjadi 3,625% dari sebelumnya 3,125%, sementara proyeksi dua tahun mendatang naik menjadi 3,375%.

Di sisi lain, The Fed turut merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2026 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,2%. Adapun tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,4%.

Dolar AS menguat usai sinyal kenaikan suku bunga The Fed. (Bloomberg)

Meski demikian, Pilarmas menilai pelaku pasar justru mulai khawatir lantaran The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga di tengah harga minyak dunia yang telah turun di bawah US$80 per barel.

"Probabilitas kenaikan suku bunga pada September naik menjadi 50,4% dengan potensi kenaikan sebesar 25 bps," tulis Pilarmas.

Kekhawatiran tersebut turut menekan bursa saham Amerika Serikat, di mana indeks Dow Jones, S&P 500, dan Russell 2000 ditutup di zona merah.

Dari dalam negeri, Pilarmas memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.

Adapun secara teknikal, Pilarmas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah dengan area support di 6.170 dan resistance di 6.400.

Wall Street Jatuh

Para pelaku pasar di Wall Street mendorong saham turun sementara imbal hasil obligasi jangka pendek naik setelah Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga saat mereka menilai dampak perang Iran terhadap inflasi.

Setelah keputusan tersebut dan pernyataan berulang Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, bahwa “stabilitas harga” akan menjadi prinsip utama bank sentral, pasar uang sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

Indeks S&P 500 turun sekitar 1,5%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik 16 basis poin menjadi 4,21%. Dolar AS menguat.

“Pesan yang lebih penting datang dari proyeksi suku bunga,” kata Bret Kenwell dari eToro.

“Pasar sudah bersiap menghadapi suku bunga yang lebih tinggi, tetapi proyeksi The Fed menunjukkan para pembuat kebijakan mungkin bersedia mempertahankan sikap yang lebih hawkish dibandingkan yang diperkirakan investor.”

(cpa/naw)

No more pages