Menanggapi hal tersebut, pelaksana harian (Plh) Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Ferry Ardiyanto menyebut dalam paparan yang ditampilkan sejatinya terdapat kontribusi Danantara atau yang tertulis dari BUMN dalam tabel sumber pembiayaan investasi tahun 2027.
“Dan memang di situ ada kontribusi dari Danantara karena kontributor investasi ini dapat dari pemerintah, kemudian dari BUMN Danantara dan juga dari swasta. Untuk hitung-hitungnya sendiri kami juga ada batas bawah dan batas atas,” ujarnya.
“Sudah ada hitung-hitungan ya perkiraan kita dari tiga kontributor investasi itu.”
Berikut sumber kontribusi investasi tahun 2027 dalam RAPBN 2027 :
1. Kontribusi investasi pemerintah dengan share 4,82% : Rp417,85 triliun - Rp499,74 triliun
2. Kontribusi investasi BUMN (dana internal BUMN) dengan share 3,57% : Rp309,71 - 350,17 triliun
3. Kontribusi investasi swasta/masyarakat
- Kredit perbankan dengan share 10,60% : Rp 918,39 triliun - Rp1.128,96 triliun
- Penerbitan saham dengan share 0,96% : Rp83,27 triliun - Rp84,37 triliun
- Penerbitan obligasi korporasi dengan share 2,14% : Rp185,67 triliun - Rp187,32 triliun
- Dana internal masyarakat dengan share 77,90% : Rp6.751,71 triliun - Rp6.492,89 triliun
Dengan demikian total kontribusi investasi tahun 2027 berada di rentang Rp8.666,60 triliun sampai Rp8.743,45 triliun.
(lav)





























