Logo Bloomberg Technoz

Piala Dunia 2018 di Rusia

Timnas Islandia hadir di Piala Dunia 2018 sebagai negara terkecil yang pernah menembus babak final ajang empat tahunan tersebut. Langkah mereka pun berat karena harus memulai laga perdananya melawan Timnas Argentina yang bertabur bintang, termasuk Lionel Messi.

Pada laga ini, mereka berhasil menahan imbang La Albiceleste -- julukan Timnas Argentina dengan skor 1-1. Pasukan Strákarnir Okkar atau The Boys in Blue -- julukan Timnas Islandia lebih dulu tertinggal lewat gol Sergio Aguero. Namun mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Alfred Finnbogason.

The Boys juga berhasil mencegah kemenangan La Albiceleste dengan kepiawaian Kiper Hannes Halldorsson menahan penalti Lionel Messi di babak kedua.

Langkah Timnas Islandia memang tak jauh. Mereka tersingkir di fase grup. Namun, hasil imbang melawan Timnas Argentina menjadi satu poin di Piala Dunia yang tak terlupakan.

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan

Timnas Slovakia menjejakkan kaki di Piala Dunia 2010 sebagai debutan usai berpisah dengan Republik Ceko. Pada perhelatan sebelumnya, mereka masih menjadi satu bagian yaitu Cekoslovakia.

Pasukan Slovenskí Sokoli atau Elang Slovakia masuk ke grup berat karena harus berhadapan dengan Timnas Italia, Timnas Uruguay, dan Timnas Selandia Baru. Namun, tak ada yang menduga mereka bisa lolos fase grup dan masuk ke babak 16 besar.

Pada fase grup, Timnas Slovakia berhasil menahan imbang Timnas Selandia Baru dengan skor 1-1. Kemudian, mereka harus mengakui keunggulan Timnas Paraguay dan kalah 0-2.

Pada pertandingan terakhir, nyaris semua prediksi menilai Timnas Italia akan mengalah Timnas Slovakia. Grup F akan diwakili Timnas Uruguay dan Timnas Italia.

Namun, hasilnya berbeda, Elang Slovakia justru berhasil menumbangkan Gli Azzuri dengan skor 3-2. Mereka tak hanya mencetak rekor sebagai debutan yang langsung lolos ke fase knockout; tapi juga memulangkan juara bertahan piala dunia sebelumnya lebih cepat.

Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang

Timnas Senegal juga menjejakkan kaki pertamanya di Piala Dunia 2002 sebagai debutan. Mereka seolah langsung berhadapan dengan 'raja terakhir' yaitu Timnas Prancis yang merupakan juara bertahan atau pemenang Piala Dunia 1998.

Pasukan Les Lions de la Teranga atau Singa Teranga tersebut justru memulai mimpi buruk Les Blues di Piala Dunia 2002. Pemain Timnas Senegal Papa Bouba Diop merobek gawang Prancis dan mencatat kemenangan 1-0.

Usai laga tersebut, Les Blues yang diisi banyak pemain bintang termasuk Zinedine Zidane harus pulang kampung lebih awal karena sama sekali tak meraih kemenangan lawan Timnas Uruguay dan Timnas Denmark.

Sedangkan Skuad Singa Teranga yang awalnya diprediksi akan menjadi juru kunci di grup neraka malah lolos ke fase knockout. Bahkan, sebagai debutan, mereka bisa melangkah hingga babak perempat final sebelum ditumbangkan Timnas Turki.

Piala Dunia 1966 di Inggris

Sebelum dikejutkan Timnas Slovakia, Gli Azzuri punya pengalaman mengejutkan juga saat melawan timnas debutan pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Kala itu, mereka berhadapan dengan Timnas Korea Utara.

Kisahnya nyaris sama, Gli Azzuri harus melakoni laga terakhir penyisihan grup melawan timnas debutan yang sebelumnya sama sekali belum meraih kemenangan. Timnas Korea Utara kalah melawan Timnas Uni Soviet pada laga pembukaan, kemudian bermain imbang melawan Timnas Chili.

Di atas kertas, Timnas Italia seharusnya bisa meraih kemenangan dan melaju ke babak berikutnya. Namun, Skuad Korea Utara justru menciptakan kejutan dengan menumbangkan Gli Azzuri dengan skor 1-0.

Peristiwa ini membuat Timnas Italia tersingkir dari Piala Dunia 1966 lebih cepat. Bahkan, masyarakat sepakbola Italia menyebut kekalahan atas Korea Utara tersebut sebagai "Tragedia di Middlesbrough."

(dov/frg)

No more pages