Logo Bloomberg Technoz

Sebagai informasi, PT Niramas Utama Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga penawaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana segar maksimal Rp392 miliar.

Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam prospektus, masa penawaran awal atau bookbuilding berlangsung pada 15-22 Juni 2026. Selanjutnya, masa penawaran umum dijadwalkan pada 1-3 Juli 2026, sebelum perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

Perseroan berencana menggunakan sebagian besar dana hasil IPO untuk belanja modal. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi baru, pembelian mesin dan peralatan pendukung, serta penambahan kapasitas produksi guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Sementara itu, sebagian dana lainnya akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, bahan kemasan, dan kebutuhan operasional perusahaan. Selain itu, perseroan juga menyampaikan rencana pembagian dividen tunai setelah melaksanakan IPO. Dalam prospektus, manajemen menyatakan berencana membagikan dividen tunai dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih setiap tahun.

Kendati demikian, realisasi pembagian dividen tersebut tetap akan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti kondisi keuangan perseroan, posisi arus kas, kebutuhan modal kerja, prospek usaha, belanja modal, hingga rencana investasi di masa mendatang.

(dhf)

No more pages