Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menyebut cadangan devisa yang turun selama lima bulan berturut–turut menjadi US$144,9 miliar per akhir Mei turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar dan aliran modal asing.
“Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pelemahan dengan area support di 5.200 dan resistance di 5.600,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ADMR dan MSIN.
Kemudian Phintraco Sekuritas menyebut cadangan devisa yang terus menerus dapat menurunkan kepercayaan investor dan lembaga rating. Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing.
“Cadangan devisa mencapai level terendah sejak Juni 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah,” mengutip paparan Phintraco.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA–200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih terbuka terbuka secara teknikal. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5.100.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya mayoritas bursa Wall Street, naiknya harga beberapa komoditas, dan dibatalkannya rencana kebijakan gross split untuk non-migas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah dan masih adanya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.225–5.110 dan resistance 5.460–5.575,” tulis riset CGS International.
Saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi MBMA, PSAB, ADMR, UNVR, AMMN, dan EXCL.
Sementara Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG lanjut melemah, disebabkan oleh ketidakpastian tensi geopolitik yang masih tinggi, kenaikan yield obligasi di global dan domestik mengindikasikan premi risiko yang meningkat, masih derasnya outflow dana asing, dan tren pelemahan nilai tukar rupiah.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah TPIA, INDF, dan TLKM.
(fad/aji)
























