Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,39% yoy, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, Maret 2026 sebesar 13,55% yoy menjadi Rp10.077 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 16,99% yoy, 8,65% yoy, dan 9,00% yoy.
Likuiditas industri perbankan pada April 2026 digambarkan melalui rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 111,13% (Maret 2026: 122,55 persen) dan 25,39 persen dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 192,37%.
Sementara itu, dengan rasio kredit bermasalah bruto atau NPL gross meningkat menjadi 2,17%, dari posisi Maret 2026 sebesar 2,14%. Tak hanya itu, NPL net juga meningkat tipis menjadi 0,84%, dari posisi bulan sebelumnya, 0,83%.
Potensi pinjaman bermasalah atau Loan at Risk (LaR) menurun menjadi 8,82%, dari bulan sebelumnya 8,94%. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) menyusut menjadi 2,46%, dari sebelumnya 2,47%.
Setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan (CAR) tercatat sebesar 23,97%, dari sebelumnya 25,09%.
(lav)






























