Logo Bloomberg Technoz

“Danantara meminta kami melihat penataan organisasi. Seperti yang direncanakan, dari sekitar 1.070 BUMN akan dikecilkan menjadi sekitar 200-an. Ini harus dilakukan secara sinkronisasi dengan rencana de-holdingisasi,” ujar Djagad.

Selain deholdingisasi, Kimia Farma juga tengah mengkaji langkah streamlining atau penyederhanaan struktur usaha. Saat ini perusahaan masih menghitung ruang lingkup perampingan yang akan dilakukan.

Sebagai informasi, rencana pemisahan Kimia Farma dari holding BUMN farmasi diungkapkan Danantara pada Januari lalu. 

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, menyatakan bahwa Kimia Farma nantinya akan berada langsung di bawah Danantara dan tidak lagi menjadi bagian dari holding yang dipimpin Bio Farma. Sementara posisi Kimia Farma Apotek masih dalam tahap kajian.

Terkait rencana tersebut, Danantara menilai masing-masing entitas farmasi BUMN memiliki model bisnis yang berbeda. Bio Farma nantinya akan diarahkan menjadi pusat riset dan pengembangan vaksin, sementara Kimia Farma berfokus pada manufaktur obat.

(dhf)

No more pages