Menurut Said Iqbal, tekanan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memicu gelombang PHK di berbagai sektor industri.
Ia mencontohkan, kasus di Jawa Timur tepatnya di Sidoarjo, di mana CV Toyota Asri Motor yang bergerak di sektor showroom mobil dan bengkel melakukan PHK terhadap sekitar 200 pekerja.
“Karena tidak kuat bertahan akibat permintaan mobil rendah dan juga daya beli menurun. Harga mobil juga naik karena rupiah melemah, sementara banyak komponen mobil dan motor masih impor,” sebutnya.
Menghadapi situasi tersebut, KSPI menyatakan akan meningkatkan komunikasi dengan pemerintah melalui Satgas Mitigasi PHK untuk membahas langkah antisipasi dan perlindungan terhadap pekerja.
“Sikap KSPI tentu akan berkomunikasi secara intens dengan pemerintah melalui Satgas Mitigasi PHK. Kami akan menginformasikan sekaligus meminta satgas mengambil langkah apa,” ujar Said Iqbal.
Selain itu, KSPI juga berencana bertemu dengan anggota DPR RI guna menyampaikan kondisi ketenagakerjaan yang dinilai cukup serius. “Kami juga akan bertemu dengan DPR RI, setidak-tidaknya kami menginformasikan sebagai wakil rakyat bahwa ada persoalan yang cukup serius,” pungkasnya.
(ain)






























