Google telah memperluas lini chip AI-nya dan mencari kapasitas pusat data tambahan guna menampungnya — bertujuan memenuhi lonjakan permintaan dari pengguna internal dan pelanggan eksternal.
Baca Juga: Mengenal Chip TPUs dari Google
Bisnis baru ini akan bersaing dengan apa yang disebut neoclouds, seperti CoreWeave dan Nebius Group NV, yang menawarkan daya komputasi kepada penyedia layanan AI. Banyak di antaranya didukung oleh pemimpin pasar chip AI, Nvidia Corp., dan mengandalkan GPU atau graphics processing units perusahaan tersebut.
Awal bulan ini, Blackstone menggelar penawaran umum perdana (IPO) untuk Blackstone Digital Infrastructure Trust Inc., entitas yang didirikan untuk mengakuisisi pusat data. IPO bertujuan membeli properti yang sudah dibangun dan disewakan yang diuntungkan dari booming AI.
Blackstone, yang mengelola aset senilai lebih dari US$1,3 triliun, mengklaim diri sebagai penyedia pusat data terbesar di dunia. Perusahaan ini mengakuisisi operator pusat data QTS pada tahun 2021 dan membeli penyedia layanan komputasi Australia, AirTrunk, pada tahun 2024.
Baca Juga: Big Tech Serius Garap Pasar Chip AI, Nvidia Ditinggalkan Investor
Google telah muncul sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan pengeluaran AI. Penjualan di bisnis cloud mereka melonjak, dan layanan AI miliknya sendiri semakin populer di kalangan konsumen.
The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan rencana usaha tersebut.
(bbn)






























