"Jadi di Jakarta Timur ini sebagai role model sebenarnya. Karena memang harus diakui salah satu tempat yang sering kali bergesekan di lapangan adalah di Jakarta Timur," kata Pramono.
Ia berharap kehadiran fasilitas publik yang semakin banyak ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak muda Jakarta Timur agar energi mereka tersalurkan secara produktif. Pramono juga ingin para anak muda tersebut terlibat dalam menjaga Jakarta.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menyampaikan, sebanyak 132 peristiwa tawuran tercatat terjadi di Jakarta Timur sepanjang 2025. Angka ini menurun signifikan pada 2026 menjadi 55 peristiwa hingga saat ini.
Tingginya angka tawuran tersebut menjadi latar belakang hadirnya fasilitas ring tinju yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga bagi anak-anak muda.
"Ini sebagai tempat olahraga bagi warga dengan dibina oleh komunitas tinju yang profesional," kata Munjirin.
(ain)































