Saat ini, kata dia, masih terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 perlintasan ditargetkan dan diarahkan untuk penutupan karena kondisi jalan yang terbatas.
Sementara itu, sebanyak 1.638 perlintasan lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap. Anne mengatakan, percepatan penataan perlintasan dilakukan karena keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan disiplin bersama dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
"Perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di jalan raya. Karena itu, setiap titik yang dinilai membahayakan perlu segera ditata agar risiko keselamatan dapat ditekan,” ujar Anne.
KAI mencatat pada periode 27 April hingga 9 Mei 2026 telah dilakukan penutupan 29 titik perlintasan serta penyempitan 5 titik perlintasan di berbagai wilayah operasi.
Berikut rinciannya:
Daop 1 Jakarta: 9 titik penutupan
1. KM 58+5/6 petak jalan Tigaraksa–Cikoya, Provinsi Banten
2. KM 42+3/4 petak jalan Parung Panjang–Cilejit, Provinsi Jawa Barat
3. KM 58+3/4 petak jalan Sukabumi–Gandasoli, Provinsi Jawa Barat
4. JPL 152 KM 56+202 antara Tenjo–Tigaraksa
5. JPL 143 KM 53+285 antara Daru–Tenjo
6. JPL 132 KM 49+178 antara Cilejit–Daru
7. JPL 187 KM 81+346 antara Rangkasbitung–Jambu Baru
8. JPL 176 KM 73+438 antara Citeras–Rangkasbitung
9. JPL 168 KM 64+526 antara Maja–Citeras
Daop 2 Bandung: 1 penutupan dan 1 penyempitan
Penutupan:
1. JPL tidak terjaga KM 71+805 petak jalan Cireungas–Lampegan
Penyempitan:
1. JPL tidak terjaga KM 187+225 petak jalan Cicalengka–Nagreg
Daop 5 Purwokerto: 1 titik penutupan
1. Penutupan akses pejalan kaki KM 325+3/4 Emplasemen Stasiun Patuguran, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes
Daop 6 Yogyakarta: 5 titik penutupan
2. Lintas Purwosari–Wonogiri KM 6+2/3, Sukoharjo
3. Lintas Purwosari–Wonogiri KM 17+7/8, Sukoharjo
4. Lintas Purwosari–Wonogiri KM 17+8/9, Sukoharjo
5. Lintas Brambanan–Yogyakarta KM 525+3/4 JPL 700, Sentolo
6. Lintas Wates–Rewulu KM 528+718, Bantul
Daop 7 Madiun: 5 penutupan dan 2 penyempitan
Penutupan:
1. KM 214+5/6 Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk
2. KM 191+7 Desa Gampengrejo
3. JPL 206 KM 127+9/0 Biluk, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar
4. JPL 203 KM 125+8/9 Dusun Sanankulon, Kabupaten Blitar
5. JPL 209 KM 130+3/4 Dusun Kandangan, Kabupaten Blitar
Penyempitan:
1. JPL 245 KM 154+5/6 Desa Plosokandang
2. JPL 76 KM 86+1/2 Jatipelem, Jombang
Daop 9 Jember: 3 penutupan dan 2 penyempitan
Penutupan:
1. KM 95+7/8 antara Bayeman–Probolinggo, Kabupaten Probolinggo
2. KM 158+2/3 antara Jatiroto–Tanggul, Kabupaten Jember
3. KM 34+4/5 antara Mrawan–Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi
Penyempitan dan normalisasi:
1. KM 55+7/8 antara Kalisetail–Temuguruh, Kabupaten Banyuwangi
2. KM 197+9/0 antara Jember–Arjasa, Kabupaten Jember
Divre I Sumatra Utara: 1 titik penutupan
1. Perlintasan tidak terjaga KM 172+100 lintas Tanjungbalai–Kisaran, Kabupaten Asahan
Divre II Sumatra Barat: 3 titik penutupan
1. KM 4+400 petak jalan Bukit Putus–Indarung, Kota Padang
2. KM 12+600 petak jalan Indarung–Duku, Kota Padang
3. KM 38+9/0 petak jalan Duku–Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman
Divre III Palembang: 1 titik penutupan
1. Perlintasan liar tidak terjaga KM 322+7/8 Emplasemen Stasiun Prabumulih
(ain)































