Dia menyebut kontraktor yang masuk dalam kualifikasi nantinya dapat mengikuti tender EPCC untuk mendukung eksekusi proyek Kilang Tuban.
“Prakualifikasi merupakan bagian dari proses tender untuk menjaring calon kontraktor potensial yang nantinya akan mendukung proses eksekusi proyek GRR Tuban,” ujar Roberth.
Roberth juga belum dapat mengungkapkan rencana dimulainya tender EPCC dan target pengerjaan proyek tersebut. “Nanti akan diinfokan oleh yang ikut prakualifikasi, mengikuti prosedur yang berlaku,” ungkap Roberth.
Sekadar informasi, Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) resmi membuka prakualifikasi tender EPCC untuk proyek Kilang Tuban.
Berdasarkan pengumuman yang dilihat Bloomberg Technoz, anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut bakal membuka dua paket pekerjaan yakni kilang I GRR Tuban dengan nomor BS-001/PRPP-310/2026-S0 dan kilang II GRR Tuban dengan nomor BS-002/PRPP-310/2026-S0.
“PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) mengundang perusahaan Anda untuk berpartisipasi dalam proses prakualifikasi untuk Paket EPCC Proyek Kilang Minyak dan Petrokimia Baru di Tuban,” tulis pengumuman prakualifikasi tender tersebut.
Prakualifikasi dibuka bagi perusahaan nasional maupun asing, baik perusahaan tunggal maupun konsorsium, joint venture (JV), dan joint operation (JO). Untuk perusahaan berbentuk konsorsium, PRPP mensyaratkan keterlibatan minimal satu perusahaan nasional.
Dijelaskan bahwa peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis, antara lain kepemilikan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK/SBUJKA), Surat Keterangan Usaha Penunjang Migas (SKUP) bagi perusahaan nasional, laporan keuangan audit tiga tahun terakhir, hingga daftar pengalaman kontrak EPC.
Selain itu, peserta juga diwajibkan menandatangani non-disclosure agreement (NDA) dengan PRPP sebagai bagian dari proses prakualifikasi.
Pengiriman dokumen prakualifikasi dibuka oleh PPRP pada 6—26 Mei 2026 hingga pukul 14.00 WIB melalui pos-el (e-mail) resmi panitia tender. Selanjutnya, pengarahan prakualifikasi dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei 2026.
“Entitas yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam prakualifikasi harus berupa Perusahaan Tunggal [asing/nasional] atau konsorsium/JV/JO yang terdiri dari Pemimpin dan Anggota dengan setidaknya satu perusahaan nasional,” tulis PPRP dalam pengumumannya.
Sekadar informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proses FID Rosnet di proyek Kilang Tuban masih berproses pada awal tahun ini. Dengan begitu, target rampungnya FID yang sebelumnya dipatok pada kuartal IV-2025 resmi meleset.
“Masih berproses [FID Rosneft di Kilang Tuban],” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, kepada awak media, Rabu (14/1/2026) malam.
Laode belum dapat memastikan kapan FID tersebut ditargetkan rampung, dia hanya menegaskan Rosneft masih melanjutkan proses FID. “Belum, tetapi tetap berproses. Kan masih berproses, kita tunggu ya,” tegas Laode.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kesempatan terdahulu membeberkan FID Rosneft di Kilang Tuban bakal diputuskan pertengahan Desember 2025.
Bahlil menuturkan Pertamina bersama dengan Rosneft Singapore Pte Ltd tengah berunding terkait dengan keputusan akhir megaproyek kilang tersebut.
“Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Nilai proyek GRR Tuban diprediksi mencapai US$24 miliar atau sekitar Rp391,9 triliun dan dirancang untuk memiliki kapasitas olahan minyak mentah 300.000 barel per hari (bph).
Pertamina lewat anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), memegang 55% saham PRPP, sedangkan 45% saham lainnya dikuasai Rosneft Singapore Pte Ltd (dahulu Petrol Complex Pte Ltd).
(azr/ros)





























