Logo Bloomberg Technoz

Melalui exhibition tersebut, brand dan pemasar dapat bertemu langsung dengan pemilik IP yang memiliki pengaruh besar di pasar global. Kesempatan ini membuka peluang kolaborasi, lisensi, hingga pengembangan kampanye kreatif yang lebih relevan dengan konsumen masa kini.

Sementara itu, area konferensi menghadirkan total 21 sesi diskusi selama dua hari penyelenggaraan. Berbagai topik akan dibahas, mulai dari perkembangan ekosistem konten, strategi monetisasi IP, hingga cara brand memanfaatkan fandom dan budaya populer untuk memperkuat posisi di pasar.

Sejumlah nama besar global dan lokal dipastikan hadir sebagai pembicara. Di antaranya adalah Sanrio, Toei Animation, Infia, Provaliant, serta Sony Music Publishing Indonesia

Tidak hanya menjadi ruang pameran dan konferensi, IP Expo Indonesia 2026 juga menghadirkan Structured Business Meeting. Program ini memungkinkan pertemuan one on one antara pemilik IP dan brand untuk mengeksplorasi peluang kerja sama secara lebih fokus dan strategis.

VP Business Development GDP Venture, Eva Soputan, menilai persaingan brand saat ini tidak lagi hanya soal mendapatkan perhatian publik. Menurutnya, brand kini harus mampu menjadi relevan dan dekat dengan audiens melalui cerita serta budaya yang sudah dicintai masyarakat.

“Saat ini,brand tidak hanya bersaing untuk mendapatkan perhatian, melainkan bersaing untuk menjadi relevan bagi audiensnya. Mengingat audiens kini memiliki kebebasan untuk memilih brand yang paling relevan bagi mereka, mereka secara alami akan tertarik pada hal-hal yang memiliki makna, yaitu pada cerita dan budaya yang sudah mereka cintai. IP mendekatkan hubungan tersebut dengan menciptakan ikatan emosional yang membawa nilai sejarah dan komunitas. Di sinilah kreativitas dapat terhubung, tumbuh, dan berkelanjutan. IP Expo Indonesia hadir sebagai wadah yang menyatukan elemen-elemen tersebut, sekaligus menjadi langkah menuju ekosistem IP yang lebih terkoneksi dan kolaboratif di Indonesia,” ujar Eva.

Pandangan serupa juga disampaikan Country CEO dentsu Indonesia, Elvira Jakub. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi IP, namun membutuhkan konektivitas yang kuat antara kreativitas dan keberlanjutan bisnis.

“Indonesia memiliki potensi besar di ekonomi IP, namun kuncinya adalah bagaimana kreativitas terhubung dan berkelanjutan. Peran kami di dentsu adalah membantu brand menavigasi kompleksitas ini untuk hasil bisnis yang nyata. Saat brand dan IP bertemu, kita tidak sekadar mengejar tren; kita sedang menciptakan gelombang pertumbuhan yang membawa brand menjadi relevan dan tak tergantikan. Di saat brand semakin mengandalkan budaya dan fandom untuk menonjol, IP Expo Indonesia 2026 hasil kemitraan kami dengan GDP Venture hadir sebagai titik temu krusial di mana IP bertransformasi dari aset menjadi keunggulan kompetitif,” kata Elvira.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, IP Expo Indonesia diharapkan mampu memperkuat ekosistem kekayaan intelektual nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja sama antara kreator lokal dan pemain global. Ajang ini juga menjadi sinyal bahwa industri kreatif Indonesia terus bergerak menuju kolaborasi yang lebih strategis, modern, dan berbasis nilai budaya yang kuat.

(tim)

No more pages

Artikel Terkait