Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham kesehatan menjadi perhatian pasar hingga menopang penguatan IHSG dengan kenaikan 2,01%, disusul oleh menguatnya saham keuangan dan saham properti sebesar 1,98% dan 1,32%.

Sejumlah saham kesehatan yang menjadi pendorong kenaikan IHSG adalah, saham PT Multi medika Internasional Tbk (MMIX) melejit 17%, saham PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melesat 9,1% juga dengan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat 8,42%.

Saham kesehatan lainnya, saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) meninggi 8,12%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melesat 4,05% dan saham PT Penta Valent Tbk (PEVE) menguat 3,83%.

Senada, saham PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) terapresiasi 3,62%, saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) melesat 3,55%, dan saham PT Merck Indonesia Tbk (MERK) menguat 2,88%.

Menguatnya saham–saham kesehatan merespons munculnya klaster infeksi Hantavirus yang dikaitkan dengan kapal pesiar di Samudra Atlantik.

Diketahui Kapal pesiar yang menjadi pusat wabah mematikan Hantavirus mulai berlayar menuju Kepulauan Canary di Spanyol setelah mengevakuasi tiga orang, dengan dua di antaranya sudah tiba di Belanda untuk menjalani perawatan, kata operator kapal tersebut, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Wabah ini memicu tanggapan cepat lintas negara ketika otoritas mengoordinasikan evakuasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemulangan penumpang di beberapa negara.

Hantavirus adalah infeksi langka yang biasanya menyebar melalui kontak dengan kotoran hewan pengerat yang terinfeksi atau menghirup debu yang terkontaminasi. Gejalanya dapat muncul setelah beberapa minggu, dan dalam kasus yang parah penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi gagal napas, dengan tingkat kematian mencapai hingga 50% di benua Amerika.

Yang jadi perhatian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi dan skrining menyusul munculnya klaster infeksi Hantavirus.

Menteri Kesehatan menyebut virus tersebut tergolong berbahaya sehingga pemerintah terus memantau perkembangan kasus dan berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

“Ini kan virus yang lumayan berbahaya. Kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance (panduan) untuk bisa lakukan screening-nya,” papar Budi di Gedung Kemenkes, Kamis.

Terbaru, Kementerian Kesehatan mulai mempersiapkan langkah mitigasi, termasuk sistem screening untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kasus ke Indonesia.

(fad)

No more pages