“Holding UMi telah berkembang menjadi ekosistem yang tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan dan investasi, serta menciptakan jalur kenaikan kelas yang lebih terstruktur dan terukur bagi pelaku usaha, sehingga memperkuat daya saing di segmen mikro,” ujar Akhmad.
Menurutnya, penguatan ekosistem Ultra Mikro menjadi bagian penting dalam menciptakan daya tahan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan terintegrasi, para pelaku usaha mikro tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga pembinaan yang mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Penguatan Ekosistem dan Inovasi Digital
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, Holding UMi juga terus menghadirkan inovasi layanan keuangan yang semakin relevan. Salah satunya melalui pengembangan layanan bullion atau layanan berbasis emas yang diperkuat oleh Pegadaian.
Penguatan layanan tersebut didukung dengan inovasi digital melalui aplikasi Tring milik Pegadaian. Platform ini memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan finansial, termasuk investasi emas secara praktis dan fleksibel.
Transformasi digital tersebut memperkuat posisi BRI Group dalam membangun ekosistem emas nasional yang semakin inklusif. Kehadiran layanan digital juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai mengenal instrumen investasi yang aman dan mudah dijangkau.
Hingga Triwulan I 2026, total tabungan emas dan deposito emas dalam ekosistem Holding UMi tercatat mencapai 22 ton. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas di tengah kebutuhan pengelolaan keuangan yang semakin beragam.
Selain memperluas akses investasi, Holding UMi juga fokus pada peningkatan kapasitas usaha nasabah. Pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu strategi utama untuk mendorong pelaku usaha mikro naik kelas.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur berhasil mengalami graduasi atau naik kelas. Capaian tersebut mencerminkan adanya transformasi nyata dari pelaku usaha ultra mikro menuju usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Keberhasilan graduasi tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem Ultra Mikro tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai sarana penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Holding UMi juga memperkuat perlindungan finansial masyarakat melalui pengembangan asuransi mikro. Perlindungan ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pelaku usaha kecil yang rentan terhadap berbagai risiko.
“Penguatan ekosistem UMi tidak hanya berbicara soal akses pembiayaan, tetapi juga bagaimana membangun ketahanan finansial masyarakat secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, perlindungan melalui asuransi mikro menjadi elemen yang semakin penting. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pemegang polis asuransi mikro tercatat bertambah sebanyak 7,9 juta polis,” jelas Akhmad.
Pertumbuhan jumlah polis asuransi mikro tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial dalam menjalankan usaha.
Sebagai bentuk sinergi layanan, Holding UMi juga menghadirkan Sentra Layanan Ultra Mikro atau SenyuM Co-Location. Outlet layanan bersama ini memungkinkan nasabah BRI, Pegadaian, dan PNM memperoleh layanan secara terintegrasi dalam satu lokasi.
Konsep co-location tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk keuangan yang saling terhubung.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah outlet SenyuM Co-Location telah mencapai 1.035 titik layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan outlet ini menjadi salah satu penguat ekosistem Ultra Mikro yang semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui berbagai penguatan tersebut, Holding UMi terus memperlihatkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan dukungan pembiayaan, literasi keuangan, perlindungan finansial, hingga digitalisasi layanan, Holding UMi optimistis mampu memperkuat daya saing usaha mikro nasional secara berkelanjutan.
Pengembangan ekosistem Ultra Mikro juga diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
(tim)




























