Bursa Saham Asia kompak menapaki jalur penguatan. Pada perdagangan siang hari ini 13:00 WIB, NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), Weighted Index (Taiwan), KOSPI (Korea Selatan), Hang Seng (Hong Kong), Shenzhen Comp. (China), PSEi (Filipina), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), SETI (Thailand), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), KLCI (Malaysia), dan Straits Times (Singapura), berhasil menguat masing–masing 5,97%, 3,49%, 1,93%, 1,37%, 1,3%, 1,05%, 1,05%, 0,8%, 0,44%, 0,44%, 0,4%, 26%, dan 0,23%.
Bursa Saham Asia mendapati katalis positif setelah laporan Amerika Serikat (AS) yang hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, Presiden AS Donald Trump mengutarakan semakin dekat dengan kesepakatan untuk menyudahi konflik Timur Tengah.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Washington dilaporkan telah menyodorkan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang akan membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan mencabut blokade pelabuhan.
Kemajuan dalam kesepakatan ini menyeret harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 6,78% pada perdagangan Kamis di harga US$95,37 per barel, seperti yang dilihat data Bloomberg per 13:00 WIB. Minyak mentah acuan Brent turun 7% yang tengah dihargai US$101,47 per barel.
Penurunan harga minyak turut berhasil meredakan kekhawatiran inflasi, yang juga memicu berkurangnya spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) serta memicu reli pada pasar saham global.
“Kita tetap berada di jalur menuju deeskalasi dan pengakhiran konflik,” mengutip catatan Michael Brown dari Pepperstone.
Baru–baru ini Trump menyatakan perang di Iran memiliki “peluang sangat besar untuk berakhir”, dan ada kemungkinan hal itu terjadi sebelum kunjungannya ke Beijing pekan depan.
Senada dengan itu, diplomat tinggi China juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secepatnya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran.
“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” kata Trump di Gedung Putih, melansir Bloomberg News.
Terkonfirmasi kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, kedua pihak sedang mempertimbangkan proposal baru, dengan Washington mengusulkan nota kesepahaman satu halaman yang berpotensi mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap.
(fad/aji)


























