GEM memandang hal ini menandai tonggak penting menuju pencapaian target global untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan. Pasalnya, tenaga angin dan tenaga surya diperkirakan akan mencakup 94% dari penambahan energi terbarukan menuju target tiga kali lipat tersebut.
Pertumbuhan tahunan dalam proyek PLTA dan PLTS skala utilitas sebenarnya telah melambat dari 22% pada 2024 menjadi 11% pada 2025. Data GEM mengungkap tren ini lebih terlihat pada proyek PLTA, dengan penurunan 13% dari tahun 2024, dibandingkan dengan penurunan 7% pada proyek PLTS.
"Pada 2025, pengembang energi angin mengalami hambatan politik dan serangkaian kegagalan lelang tenaga angin. Penurunan rencana pengembangan energi angin dapat berdampak besar pada pembangkitan listrik di masa depan, mengingat faktor kapasitas energi angin yang lebih tinggi dibandingkan energi surya," papar analisis tersebut.
Tren pertumbuhan prospek PLTA dan PLTS skala utilitas begitu penting guna memenuhi komitmen COP28 untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada 2030, seiring dunia memasuki lima tahun terakhir periode implementasi.
Sesuai perkiraan Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), penambahan rata-rata tahunan sebesar 317 GW kapasitas energi angin dan 735 GW kapasitas tenaga surya dibutuhkan pada 2030. Penambahan tenaga surya skala utilitas harus mencapai 2,2 TW selama lima tahun ke depan, dengan asumsi segmen ini mencakup 58% dari seluruh instalasi tenaga surya.
Bahkan jika setiap proyek PLTA dan PLTS skala utilitas dengan tahun mulai yang direncanakan pada 2030 beroperasi, target peningkatan tiga kali lipat akan kurang 1 TW untuk PLTA dan 1,6 TW untuk PLTS skala utilitas.
Selain itu, analisis GEM sebelumnya mengungkap hampir 40% dari semua proyek yang direncanakan terlambat beroperasi atau akhirnya ditangguhkan atau dibatalkan.
"Meski proyek PLTA dan PLTS skala utilitas prospektif dengan tanggal pengoperasian yang tidak diketahui dapat mengimbangi defisit tersebut, hambatan politik dan disinsentif implementasi dapat menunda penyebarannya."
Lebih jauh lagi, perlambatan pertumbuhan proyek PLTA dan PLTS skala utilitas yang diamati dalam data GEM secara umum selaras dengan proyeksi dari Badan Energi Internasional (IEA) dan BloombergNEF, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan PLTA dan PLTS skala utilitas dapat mencapai titik jenuh hingga tahun 2030.
(ros)






























