Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham big caps terutama saham MORA, saham TPIA, hingga saham BREN yang menopang penuh hijaunya IHSG secara keseluruhan.

Saham Mora Telematika Indonesia (MORA) berhasil menguat 365 poin atau mencapai 7,51% di level Rp5.225/saham. Yang juga sama potensialnya, saham TPIA berhasil mencatatkan kenaikan 300 poin dengan menguat 4,94% hingga ditutup di posisi Rp6.375/saham. Bersamaan dengan saham BREN yang terapresiasi 90 poin dan 1,91% di posisi Rp4.820/saham.

Sepuluh saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Rabu.

  1. Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 6,57 poin
  2. Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 6,23 poin
  3. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 5,27 poin
  4. DCI Indonesia (DCII) menyumbang 4,93 poin
  5. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 3,33 poin
  6. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menyumbang 3,07 poin
  7. Merdeka Battery Materials (MBMA) menyumbang 2,6 poin
  8. Pacific Strategic Financial (APIC) menyumbang 2,41 poin
  9. Energi Mega Persada (ENRG) menyumbang 2,35 poin
  10. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 2,26 poin

Saham LQ45 unggulan turut menopang laju IHSG sepanjang hari hingga ditutup di teritori positif, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melesat 10%, saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melejit 6,47%. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 6,44%, dan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) meninggi 3,43%.

Menyusul saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 2,98%, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terapresiasi 2,63%, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaju dengan kenaikan 2,51%, dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat 2,09%.

Arah Teknikal IHSG

Riset Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat 0,5% pada perdagangan Rabu, dengan sentimen positif berasal dari koreksi harga minyak mentah karena meredanya kecemasan akan meningkatnya kembali eskalasi antara AS-Iran. 

Sebagai catatan, harga minyak mentah brent sebagai acuan global turun 14% lebih menyentuh US$98 per barel merespons asa damai AS-Iran. Sementara itu, dolar AS—yang sebelumnya menjadi aset safe haven pilihan selama konflik Timur Tengah—terpantau melemah, berdasarkan data Bloomberg yang dilihat per 18:00 WIB.

Harga Minyak Brent Turun Tajam (Bloomberg)

Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas MA–5, yang diikuti oleh penyempitan histogram negatif pada MACD serta Stochastic RSI yang bergerak naik dari area oversold

Sejalan dengan indikasi perbaikan momentum tersebut, diproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji level 7.150 pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.

Senada dengan arah tersebut, Panin Sekuritas menyematkan IHSG berhasil breakout MA–5 di level 7.070, hingga masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya yaitu MA–20 mencapai level 7.238.

Namun tetap perlu dicermati, “IHSG ditutup dengan pola candle Doji di sekitar area resistance, maka bisa pertimbangkan untuk set your trailing stop jika IHSG bergerak melemah,” papar Panin dalam riset terbarunya, Rabu.

Support terdekat di range 6.877–6.917, dengan resistance potensial: 7.238.

(fad)

No more pages