Melalui adanya penerbitan Panda Bonds tersebut, pemerintah berharap dapat memiliki sumber pembiayaan yang lebih banyak. Nantinya, pemerintah akan memiliki opsi pendanaan yang lebih banyak dan dapat tidak hanya bergantung pada negara tertentu. Apalagi imbal hasil (yield) yang ada di pasar keuangan Cina juga termasuk kompetitif.
“Kita tetap diversifikasi, supaya enggak tergantung kepada Amerika atau negara-negara barat dan yield-nya juga lebih rendah dalam kisaran 2,3% sampai 2,5%,” tutur Purbaya.
Perluasan pasar ini akan dilakukan untuk menyokong sumber pembiayaan fiskal. Dengan adanya sumber pembiayaan yang lebih banyak maka akan memperkuat kinerja fiskal dari tekanan perekonomian global.
Purbaya menjelaskan rencana penerbitan Panda Bonds ini telah disampaikan ke Kementerian Keuangan China dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Dia menuturkan, pihak ICBC juga siap untuk menjalankan penerbitan Panda Bonds.
Terlebih, lanjut dia, Cina memiliki pasar keuangan yang besar dan masih berpotensi untuk dieksplorasi lagi.
Lebih lanjut, pasar China memiliki karakteristik berbeda, dalam hal ini kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan tidak terlalu bergantung pada peringkat kredit.
“Mereka tidak terlalu bergantung pada peringkat karena percaya kondisi fundamental ekonomi Indonesia baik,” imbuh Purbaya.
(lav)



























