Pada posisi top gainers diisi oleh saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang melesat 34,2%, saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) melejit 34%, dan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melejit 25%.
Pada tutup perdagangan, sejumlah Bursa Saham Asia kompak menguat. i.a KOSPI (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), CSI 300 (China), SENSEX (India), Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), Shanghai Composite (China), Weighted Index (Taiwan), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), KLCI (Malaysia), dan Straits Times (Singapura), yang masing–masing berhasil menguat 6,45%, 2,24%, 1,81%, 1,45%, 1,22%, 1,22%, 1,17%, 1,17%, 0,91%, 0,87%, 0,54%, dan 0,14%.
Adapun Bursa Asia berhasil melaju positif senada dengan yang terjadi di Bursa Saham Amerika Serikat. Pada penutupan sebelumnya, Nasdaq Composite, S&P 500, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) finish di zona hijau bagi ketiganya, dengan keberhasilan menguat 1,03%, 0,81%, dan 0,73%.
Cerahnya IHSG dan Bursa Saham Asia tersulut euforia dari optimisme asa damai konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah, tersulut pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberi sinyal adanya kemajuan menuju kesepakatan final dengan Iran.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Trump mengatakan bakal menangguhkan sementara upaya AS dalam membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz guna memberikan ruang bagi finalisasi kesepakatan damai.
“Project Freedom (memandu kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan untuk waktu singkat untuk melihat apakah perjanjian dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial pribadinya.
Harga minyak mentah brent sebagai acuan global turun 14% lebih menyentuh US$98 per barel merespons komentar Trump. Sementara itu, dolar AS—yang sebelumnya menjadi aset safe haven pilihan selama konflik Timur Tengah—terpantau melemah, berdasarkan data Bloomberg yang dilihat per 18:00 WIB.
Terlebih lagi, kabar positif datang dari pembahasan konflik Timur Tengah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan puncak (KTT) pekan depan.
Trump juga tampak berupaya meredam ketegangan terkait konflik tersebut, melansir Bloomberg News.
“Itu akan menjadi salah satu topik bahasan, tapi dia bersikap sangat baik mengenai hal ini,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, saat ditanya mengenai apa yang ingin ia capai dengan Xi terkait isu Iran.
Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu di Beijing pada 14-15 Mei mendatang. Yang jadi perhatian, konflik Timur Tengah bahkan sempat menunda pertemuan tersebut satu kali dan memicu kecemasan di pasar keuangan.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi Trump berencana melanjutkan perjalanannya pekan depan alih-alih menjadwalkan ulang kembali.
(fad)




























