Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham potensial terutama saham–saham Prajogo Pangestu yang menggendong melesatnya IHSG keseluruhan.
Saham BRPT, saham TPIA, saham PTRO, hingga saham CUAN misalnya.
Saham BRPT melesat 455 poin atau dengan kenaikan 24,66% di level Rp2.300/saham. Dengan diperdagangkan 617 juta saham, dan nilai transaksi Rp1,29 triliun.
Kenaikan itu berkontribusi terhadap penambahan bobot IHSG mencapai +30% (IdxMov). Hingga tutup perdagangan Sesi II, BRPT menyumbang +25,71 poin atas kenaikan Bursa Saham RI, berdasarkan data Bloomberg.
Yang juga sama potensialnya, saham TPIA menguat 1.000 poin dan juga 19,7% di level Rp6.075/saham usai sebanyak 25 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham TPIA hari ini mencapai Rp146 miliar.
Saham PTRO dan saham CUAN, juga berhasil mencatatkan kenaikan 825 poin dan 140 poin hingga lompat 16,2% dan 12% di level Rp5.900/saham bersama Rp1.300/saham usai sebanyak 151 juta dan 380 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham masing–masing keduanya hari ini mencapai Rp838 miliar dan Rp463 miliar.
Berikut 10 besarnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (5/5/2026).
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 25,71 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 20,77 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 17,33 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 6,86 poin
- Capital Financial Indonesia (CASA) menyumbang 5,8 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 5,62 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 5,5 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang 5,46 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 4,81 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 4,7 poin
Menyitir Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, IHSG menguat yang antara lain didorong oleh kenaikan pada saham–saham konglomerasi dan perbankan.
Data pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai sebesar 5,61% year–on–year/yoy pada Kuartal I–2026 dari yang sebelumnya 5,39% yoy pada Kuartal IV–2025, menjadi salah satu faktor positif.
Secara teknikal, Stochastic RSI mengindikasikan terjadinya reversal dari area oversold. Hal ini didukung oleh histogram negatif MACD yang mulai menyempit.
“Sehingga secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.100,” papar Phintraco.
(fad)





























