Logo Bloomberg Technoz

Microsoft telah berupaya keras untuk mengintegrasikan AI ke dalam layanan cloud dan aplikasinya, termasuk Copilot. Namun, perusahaan mungkin kehilangan peluang pertumbuhan pelanggan karena kesulitan dalam mengaktifkan kapasitas pusat data dengan cukup cepat untuk memenuhi permintaan.

Selama kuartal fiskal ketiga yang berakhir pada bulan Maret, unit Azure mencatat kenaikan pendapatan sebesar 39% setelah disesuaikan dengan fluktuasi mata uang, demikian pernyataan perusahaan pada hari Rabu. Para analis memperkirakan pertumbuhan sebesar 38%.

Secara terpisah pada Rabu, pesaing Microsoft di bidang cloud, yaitu Amazon.com Inc. dan Google (anak perusahaan Alphabet Inc.), masing-masing melaporkan percepatan yang lebih kuat dalam bisnis infrastruktur cloud mereka. Hal yang “tidak memberikan gambaran yang menguntungkan bagi momentum AI” di Microsoft, tulis analis Barclays Raimo Lenschow.

Pertumbuhan Microsft Cloud moderat, tak seperti dua rivalnya yang lebih kuat yaitu Google Cloud dan Amazon AWS.

Saham Microsoft turun sekitar 12% tahun ini hingga penutupan perdagangan Rabu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kekhawatiran mengenai adopsi Copilot yang lemah dan ketahanan bisnis software  Office Microsoft, tulis analis Jefferies, Brent Thill, menjelang laporan keuangan.

Pada kuartal lalu, Microsoft mendapat sambutan dingin dari investor setelah mengungkapkan bahwa hanya sekitar 3% pengguna korporat perusahaan yang membayar untuk Copilot.

Sejak saat itu, perusahaan telah berfokus pada peningkatan penjualan asisten AI Copilot, alih-alih memberikannya secara gratis. 20 juta pelanggan kini membayar untuk Copilot, naik dari 15 juta pada kuartal sebelumnya. 

Sementara, penjualan perangkat Office Microsoft pada kuartal ketiga tumbuh 17% menjadi US$35 miliar, sedikit melampaui perkiraan analis sebesar US$34,5 miliar.

Chief Executive Officer Satya Nadella mengatakan bahwa perusahaan telah melampaui tingkat pendapatan tahunan sebesar US$37 miliar untuk bisnis AI-nya, lebih dari dua kali lipat total tahun sebelumnya. Hal ini mencakup raihan omzet dari aplikasi AI yang dibangun di atas Azure, penyediaan model di platform tersebut, serta aplikasi AI milik Microsoft sendiri, kata chief of investor relations Jonathan Neilson dalam sebuah wawancara.

Microsoft mempercepat anggaran pengeluaran untuk pusat data guna memanfaatkan permintaan pelanggan dan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan bagi tim internal. “Kami berusaha sebaik mungkin untuk dapat merealisasikan hal-hal ini secepat mungkin — dan oleh karena itu angka belanja modal yang kita lihat pada paruh kedua tahun ini,” kata Hood.

Pendapatan dari konten Xbox, lisensi Windows, dan perangkat semuanya menurun pada kuartal ketiga. “Kami sedang melakukan pekerjaan dasar yang diperlukan untuk memenangkan kembali penggemar dan memperkuat keterlibatan di seluruh Windows, Xbox, Bing, dan Edge,” kata Nadella dalam panggilan tersebut. Pada bulan Februari, Microsoft menunjuk Asha Sharma untuk memimpin bisnis divisi game perusahaan.

(bbn)

No more pages