Logo Bloomberg Technoz

“Kalau dilaporkan anak jatuh, kita harus nilai apakah masuk akal. Kalau ada kecurigaan, perlu ditanyakan apakah ada faktor lain atau kemungkinan kekerasan,” jelasnya.

Selain tanda fisik, perubahan perilaku juga menjadi indikator penting, terutama pada bayi dan anak usia dini. Anak yang mengalami trauma bisa menunjukkan reaksi seperti ketakutan saat ditanya atau perubahan respons terhadap lingkungan sekitar.

Fitri menekankan bahwa masa awal kehidupan merupakan periode emas perkembangan otak, di mana anak sangat sensitif terhadap rangsangan, termasuk pengalaman negatif. Paparan kekerasan pada fase ini berpotensi memengaruhi perkembangan jangka panjang.

“Tanda lain bisa terlihat dari fungsi tubuh. Misalnya anak yang sebelumnya bisa berjalan normal tiba-tiba pincang, atau ada gangguan pada anggota tubuh tanpa sebab jelas. Ini harus dicurigai,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan anak yang diduga mengalami kekerasan tidak boleh dilakukan sembarangan. Pendekatan yang salah, seperti memaksa anak mengulang cerita, justru dapat memperparah trauma.

IDAI menekankan pentingnya pendampingan yang tepat serta menciptakan lingkungan positif sebagai bagian dari proses pemulihan. Dengan memperkuat faktor protektif, anak diharapkan dapat kembali merasa aman dan perlahan melupakan pengalaman buruk yang dialami.

(dec)

No more pages