Logo Bloomberg Technoz

Kampus Diminta Bangun SPPG MBG Jadi Penggerak Ekosistem Gizi

Dinda Decembria
29 April 2026 13:40

Kepala BGN Dadan Hindayana setelah pertemuan di Kejagung, Selasa (17/3). (Bloomberg Technoz/Recha Dermawan)
Kepala BGN Dadan Hindayana setelah pertemuan di Kejagung, Selasa (17/3). (Bloomberg Technoz/Recha Dermawan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengutarakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dadan, kampus didorong untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri, sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik. 

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24  PTN-BH di Makassar, Selasa (28/4).


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan efek domino yang meluas, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada pendidikan dan ekonomi produktif. 

Satu unit SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar. Untuk memenuhi kebutuhan satu SPPG saja, dibutuhkan setidaknya 8 hektare lahan sawah untuk suplai beras, serta sekitar 19 hektare lahan jagung guna mendukung kebutuhan pakan ternak.