Hasil pertemuan akan dirilis dalam pernyataan resmi pada hari Rabu pukul 14.00 waktu Washington, diikuti oleh konferensi pers Powell 30 menit kemudian.
Perubahan Politik yang Tak Terduga
Powell hampir dipastikan akan menghadapi pertanyaan mengenai bagaimana perkembangan politik terbaru memengaruhi keputusannya untuk mundur atau bertahan di The Fed. Isu ini diikuti dengan ketat, mengingat besarnya tekanan dari Donald Trump agar bank sentral melakukan pemangkasan suku bunga secara drastis. Selain itu, muncul pula janji dari Kevin Warsh—calon pilihan Trump untuk kursi gubernur berikutnya—yang ingin membawa "perubahan rezim" di tubuh The Fed.
“Pertanyaannya adalah seberapa cepat dia mampu mengubah The Fed,” tulis analis Evercore ISI dalam catatan risetnya. “Hal ini sebagian bergantung pada seberapa cepat perputaran di dewan dan FOMC terjadi—termasuk apakah Powell benar-benar mengundurkan diri sebagai gubernur.”
Dalam perkembangan penting, Senator Thom Tillis menyatakan akan memberikan suara untuk memajukan nominasi Warsh di Komite Perbankan Senat, yang membuka jalan bagi pengesahannya. Tillis mencabut ancamannya untuk menahan nominasi tersebut setelah Departemen Kehakiman (DOJ) menyatakan telah menutup penyelidikan terhadap Powell dan The Fed terkait proyek renovasi gedung markas besar senilai US$2,5 miliar. Tillis dan anggota parlemen lainnya sempat mengkritik investigasi tersebut sebagai tindakan yang bermotif politik.
Powell, yang masa jabatannya sebagai gubernur berlangsung hingga Januari 2028, mengatakan tidak akan mundur hingga penyelidikan tersebut benar-benar selesai “dengan transparansi dan kepastian.” Belum jelas apakah Departemen Kehakiman telah memenuhi kriteria tersebut.
Dalam pengumuman penghentian penyelidikan, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyatakan telah meminta pengawas internal The Fed untuk meninjau proyek konstruksi tersebut. Ia juga membuka kemungkinan untuk kembali memulai penyelidikan pidana “jika fakta mendukung.”
Penyesuaian Pernyataan
Pengamat The Fed tidak memperkirakan perubahan besar dalam pernyataan kebijakan dibandingkan Maret, namun melihat adanya kemungkinan penyesuaian. Misalnya, pejabat dapat mengubah deskripsi pasar tenaga kerja untuk mencerminkan data terbaru yang menunjukkan stabilisasi, meski perekrutan masih rendah.
Sejumlah pejabat juga ingin menegaskan bahwa langkah kebijakan berikutnya bisa berupa kenaikan suku bunga—bukan penurunan—di tengah tekanan inflasi akibat konflik Iran. Untuk memberi sinyal tersebut, mereka dapat menyesuaikan bahasa terkait sejauh mana dan waktu “penyesuaian tambahan” terhadap suku bunga acuan.
“Versi pernyataan yang lebih hawkish bisa menghapus kata ‘tambahan’, yang selama ini mengindikasikan bias dovish dengan memberi sinyal kelanjutan penurunan suku bunga,” tulis ekonom di Deutsche Bank. The Fed sendiri telah memangkas suku bunga tiga kali pada akhir 2025.
Deputi Gubernur The Fed Stephen Miran diperkirakan kembali menyatakan perbedaan pendapat terhadap keputusan mayoritas, seperti yang dilakukannya dalam setiap rapat sejak bergabung pada September lalu. Pertemuan ini juga berpotensi menjadi yang terakhir baginya, seiring Warsh dinominasikan untuk menggantikan posisinya.
(bbn)




























